Senin, 29 Agustus 2016

Haji Hari Ke-1, Catatan Perjalanan Ibadah Haji : Be The Real Hajj, Starting point nya Haji is "The Power of Niat".



By Aidil espeogeh
Labbaikawloohumma labbaik,
Labbaika laa syariika laka labbaik,
Innalhamda wanni'mata laka wal mulk,
Laa syariika lak.



26 Dzulqa’dah 1437 H (Senin, 29 Agustus 2016)
(Medan – Singapore – Jeddah)

Keberangkatan Haji Khusus Kuota Kementerian Agama Republik Indonesia, PT. Siar Haramain International Wisata, Senin 26 Dzulqa’dah 1437 H /  29 Agustus 2016


Yang paling saya ingat dari dulu sejak awal kami memiliki anak adalah setiap kali traveling, anak-anak selalu dan pasti ikut kami bawa kemana pun kami pergi dan belum pernah dalam catatan sejarah kami, kalau pergi traveling lalu menitipkan anak-anak keorang terdekat, yaitu nenek dan kakek nya anak-anak (Mau senang-senang kok malah nyusahin orang lain ... itu PANTANG dan tidak pernah muncul dalam My Mind). 

Jadi dengan demikian Keluarga kami memang sangat lengket, ibarat kata, yaaaaa lengketnya seperti ketan. Tetapi untuk perjalanan kali ini mau tidak mau kami harus BISA.... iya harus bisa meninggalkan anak-anak. Karena perjalanan hari ini merupakan perjalanan untuk memenuhi panggilan Allah dan mengerjakan perjalanan spiritual yang diperintahkan oleh Allah dan wajib hukumnya ditujukan bagi umat Islam yang mampu secara materi, fisik dan mental, yaitu melaksanakan ibadah haji tahun 1437 H / 2016 M. 

Bagi kami sebagai seorang muslim ibadah haji ini sebagai salah satu rukun islam yang merupakan penutup dan penyempurna dari keislaman seseorang dihadapan Allah. Saat paling berat bagi kami untuk keberangkatan kali ini adalah ketika memandang ketiga mutiara hati kami. Saat keberangkatan ibadah haji ini anak-anak kami masih kecil-kecil, si Abang berumur 8 tahun 8 bulan, si Kakak berumur 6 tahun 9 bulan dan si Adek paling kecil berumur 19 bulan (tepat pada hari keberangkatan ini sedang berulang bulan). 

Saya ciumi satu persatu mutiara hati ku ini sambil membisikkan doa semoga Allah melindungi kami semua. Kami titipkan anak-anak kami kepada nenek dan kakek nya dengan berserah diri kepada Allah. (Maaf ya PaPa-MaMa 70 dan MaMa Garut uda ngerepotin... Hiks ... Hiks ... Hiks ...). 

Inilah pertama kali dalam 10 tahun sejarah perjalanan kami dan kami harus berpergian hanya berdua saja dengan meninggalkan anak-anak. Dalam benak ku pasti nantinya tiada hari dari pagi hingga malam yang akan kami lalui tanpa menangis merindukan mereka (sudah mulai muncul perasaan sentimental). 

Tetapi mengingat betapa pentingnya perjalanan ini bagi kami dan anak-anak, maka dengan berbesar hati dan pasrah harus kami lalui moment ini. Kami ambil segi positifnya saja, yaitu anak-anak akan jadi lebih mandiri ketika ditinggal dan kami memerlukan perjalanan ini untuk menyempurnakan rukun islam sepenuhnya bagi istri dan diri saya sendiri. 

Kami harus bisa menghilangkan perasaan dan pikiran negatif yang dapat mengganggu konsentrasi beribadah. Kami juga harus ikhlas meninggalkan apa yang kami punya sekarang, baik harta maupun anak-anak kami. Kami yakin bahwa Allah akan menjaga keluarga kami selama perjalanan haji yang sedang kami laksanakan dan yakin akan kemudahan serta pertolongan Allah SWT pada saat kami menjalankan ibadah di Tanah Suci. Niatkan Lillahi Ta’ala. 

Segala sesuatu perbuatan diawali dari niat, karena dengan niat yang baik, Insya Allah semua perbuatan baik akan berbuah baik. Maka berniatlah semata-mata hanya karena mengharap ridho dari Allah SWT, bukan berharap pujian dari sesama manusia.
Selalu Kangen Mereka..... ILU IMU INU... I Love U ... I Miss U ... I Need U ...



Pada pagi ini sebelum berangkat, saya dan istri sudah mandi bersih dengan membasahi seluruh tubuh kemudian bersuci. Ini merupakan persiapan kami untuk nantinya akan berihram diatas pesawat ketika pesawat akan melewati miqat Yalamlam. 

Setelah semua urusan di tanah air selesai, maka pada hari Senin, 29 Agustus 2016 (26 Dzulqa’dah 1437 H), saatnya saya dan istri memulai perjalanan ibadah haji. Tidak lupa kami berdoa dan meminta restu kepada kedua orang tua agar perjalanan ibadah haji kami ini berjalan lancar. Amiiiiin....
Kami siap berangkat dari rumah di Medan


Perjalanan pagi ini kami mulai berangkat dari rumah pada jam 05.30 WIB setelah sholat Subuh untuk menuju ke PT. Siar Haramain International Wisata yang berada di Jl. Sisingamangaraja No. 18 (Hotel Garuda Plaza) Medan, Sumatera Utara. PT. Siar Haramain International Wisata ini merupakan agen biro perjalanan yang akan memberangkatkan kami menuju ke Tanah Suci. Semua para peserta yang akan melaksanakan perjalanan ibadah haji berkumpul dan berangkat bersama-sama dari Hotel Garuda Plaza.

Sebelum keberangkatan diadakan sedikit acara pelepasan dari tim agen biro perjalanan di salah satu ruangan di lantai 1 Hotel Garuda Plaza. Acara tersebut berupa sarapan pagi dan ceramah singkat sebelum keberangkatan.
Acara pelepasan keberangkatan di Lantai 1 Hotel Garuda Plaza, Medan 


Kemudian diacara tersebut juga ada pembagian buku panduan penyelenggaraan haji dan umrah dari Kementerian Agama Republik Indonesia, obat-obatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, buku kesehatan para jamaah, International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV) atau yang lebih dikenal sebagai Yellow Book (Buku Kuning), Alat Tour Guide System (TGS) untuk setiap jamaah, pembagian gelang identitas jamaah dan kartu nama tanda identitas jamaah. Semua perlengkapan ini diberikan pada saat di hari keberangkatan dan jumlahnya lumayan cukup banyak, sehingga menambah isi koper tentengan kami. Dengan sangat terpaksa koper harus dibuka ulang untuk memasukkan semua barang baru ini dan yang pasti mengunci koper kembali dengan sedikit tekanan di duduki. Khe ... Khe ... Khe ...
Perlengkapan tambahan kami


Setelah selesai acara pelepasan, maka kami pun diberangkatkan dengan menggunakan bus pariwisata. Kami diberangkatkan untuk menuju ke Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) Medan. 
Keberangkatan Haji Khusus Kuota Kementerian Agama Republik Indonesia, PT. Siar Haramain International Wisata, Senin 26 Dzulqa’dah 1437 H /  29 Agustus 2016


Bus pariwisata ini terbagi atas bus 1 dan bus 2. Saya dan istri masuk ke dalam rombongan bus 2. Bus 2 ini berisi 39 orang peserta calon jamaah haji. 
Nama-nama peserta Rombongan di Bus 2


Pada jam 06.30 WIB bus segera meluncur dari Jl. Sisingamangaraja, Medan menuju ke Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO). Sebelum memulai perjalanan menuju ke Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) tidak lupa kami membaca doa untuk naik kendaraan dan doa bersafar yang dipimpin langsung oleh ketua rombongan bus 2.
Bus kami siap berangkat


Selama perjalanan tersebut tentunya membutuhkan waktu. Kami memanfaatkan waktu selama perjalanan tersebut dengan amalan-amalan yang akan mendatangkan manfaat bagi kami. Salah satunya dengan berzikir. Karena berzikir adalah ibadah yang sangat mudah. Bisa dilakukan kapan pun dan tanpa mengeluarkan biaya. Apapun kendaraan yang kita gunakan, serta selama apapun kita melakukan perjalanan, berzikir dapat kita lakukan setiap saat. Allah menjanjikan ganjaran yang sangat besar bagi orang yang lisannya selalu basah dengan zikir. Dan tanpa terasa kami sudah tiba di Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO).


Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan / Medan Kualanamu International Airport (KNO)
Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan / Medan Kualanamu International Airport (KNO)


Jika selama ini Polonia dikenal luas sebagai bandara udara kota Medan, maka mulai 25 Juli 2013, Kualanamu International Airport / KNO mengambil alih peran bandara udara Polonia. Kualanamu International Airport terletak di sisi timur kota Medan, yaitu di Kabupaten Deli Serdang, 32 kilometer dari pusat kota Medan. Perjalanan ke Kualanamu International Airport bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam.

Alhamdulilah, perjalanan menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) Medan berjalan lancar. Tepat pada jam 07.15 kami sampai di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Begitu sampai di ruangan Check In segera kami mendapatkan Passport dan Boarding Pass Tiket Medan – Singapore. Untuk masalah koper semuanya telah dibereskan oleh pihak agen biro perjalanan. Karena pada saat musim haji seperti ini otomatis jumlah penumpang sangat banyak jadi kita harus sedikit bersabar untuk mengantri melalui imigrasi. Tetapi alhamdulilah, semua Passport kami telah distempel keluar dari Indonesia oleh pihak imigrasi, sehingga kami tidak perlu antri lagi untuk urusan ini dan kami segera lewat melalui jalur khusus yang sudah disediakan.
Keberangkatan Haji Khusus Kuota Kementerian Agama Republik Indonesia, PT. Siar Haramain International Wisata, Senin 26 Dzulqa’dah 1437 H /  29 Agustus 2016


Tidak terlalu lama kami menunggu di ruang tunggu, pada jam 09.00 WIB kami berangkat dari Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan untuk menuju ke Bandar Udara Internasional Changi Singapura dengan menggunakan pesawat Silk Air Boeing 737 800 dengan nomor penerbangan MI 233. Awalnya kami duduk di bangku 6 A dan 6 B, kemudian di tukar menjadi duduk dibangku paling depan nomor 5 A dan 5 B (tapi tetap di kelas ekonomi, padahal tinggal selangkah lagi masuk bisnis kelas ... Hahaha). Bagi kami untuk durasi penerbangan yang singkat ini, memilih spot tempat duduk pesawat rasanya bukanlah suatu hal yang terlalu penting. Jadi kami siap ditempatkan dimana saja. 
Boarding Pass Tiket Medan – Singapore


Didalam pesawat semua petunjuk keselamatan disajikan dengan menggunakan TV tanpa ada pramugari dan pramugara yang mendemokan. Semua disajikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia serta bahasa isyarat. Selama penerbangan kami mendapatkan makanan ringan berupa chicken pie + orange juice.
Kami dalam pesawat Silk Air Boeing 737 800 dengan nomor penerbangan MI 233


Selama penerbangan tampak jelas pesawat ini memiliki tim yang terlatih dengan standar keamanan yang tinggi. Lama penerbangan dari Medan menuju ke Singapore ini hanya berlangsung selama 1 jam 10 menit. Dan penerbangan kami menuju ke Singapore Changi Airport (SIN) ini berjalan dengan lancar.


Bandar Udara Internasional Changi Singapura / Singapore Changi Airport (SIN)
Bandar Udara Internasional Changi Singapura / Singapore Changi Airport (SIN)


Alhamdulilah tepat jam 11.20 waktu Singapore kami sampai di Bandar Udara Internasional Changi Singapura. Segera kami keluar dari pesawat dan menuju ke Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2.

Dari jadwal penerbangan, pesawat kami masih 5-6 jam lagi berangkatnya. Bingung mau ngapain aja di Bandara Changi ? Tidak perlu bingung, karena sebelum berangkat saya sudah mencari tahu kegiatan apa saja yang bisa kami lakukan di dalam Bandara Changi salama transit, tentunya selain dari kegiatan Free Singapore Tour yang nantinya akan kami coba pada saat perjalanan pulang bulan depan. 

Tentu saja kalau transit berjam-jam di bandara menunggu pesawat lainnya adalah pekerjaan yang membosankan. Mau ke kota waktunya juga mepet, nanti takutnya ketinggalan pesawat. Solusinya adalah jalan-jalan keliling bandara. 

Dibuka pada tahun 1991, Terminal 2 telah dirubah menjadi pusat hiburan non-stop. Bandara Changi di Singapura adalah bandara yang selalu memanjakan pengunjung, baik yang mau naik pesawat atau yang sekedar transit sementara. Di area ini kita bisa mengunjungi bioskop, kebun, restoran, toko dengan merk-merk terkenal yang menjual barang tanpa dikenai pajak dan banyak lagi sambil menunggu penerbangan berikutnya. Kita serasa Feel at home dengan semua fasilitas dan pelayanan di Bandara Changi. 

Kita membutuhkan minimal 2-3 jam untuk mengunjungi semua tempat di bandara Changi, jadi jangan takut bosan di bandara ini. Bagi kami, begitu sampai di Level 2, Transit Area, segera kami menikmati beberapa fasilitas gratis yang disediakan di Bandara Changi, diantaranya menikmati fasilitas free massage chairs atau kursi pijat gratis. Penggunaan kursi pijat ini tidak ada batas waktunya, terserah mau berapa lama dan jumlahnya tersebar cukup banyak. Kita cukup saling bergantian dengan orang lain saja.
Free massage chairs, di Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2, Singapore Changi Airport


Setelah puas menikmati kursi pijat gratis, kemudian kami menuju ke Orchid Garden & Koi Pond. Ini merupakan taman untuk beberapa spesies anggrek tropis yang langka, beserta kolam ikan koi di dekatnya. Taman ini juga terletak di Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2.
Orchid Garden & Koi Pond, di Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2, Singapore Changi Airport


Kegiatan kami selanjutnya adalah mengunjungi Magically Garden (Taman Ajaib) yang juga masih berada di Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2. Taman ini diisi dengan tumbuhan paku-pakuan raksasa beserta kolam ikan koi di sekitarnya. Kita akan terpikat oleh interaktif dan dekoratif taman ajaib ini. 

Dengan panorama bunga-bunga mekar yang dilengkapi suara dari sensor gerak yang akan memicu suara alam menambah heningnya taman ini. Sementara serat - optik dan pencahayaan LED memberikan penerangan menarik dari gemerlap lampu dan taman ini dilengkapi dengan jalur pejalan kaki yang bergelombang membentuk karpet. 

Pusat dari taman ini terdiri dari empat giant glass bouquet yang dihiasi dengan mosaik reflektif dan berkilauan kaca. Terletak di dalam giant glass bouquet tersebut berbagai potong bunga segar dengan beberapa pohon pakis yang tumbuh subur. Taman ini juga dilengkapi dengan sensor penyiram taman secara otomatis yang akan hidup pada jam-jam tertentu.
Magically Garden, di Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2, Singapore Changi Airport


Setelah puas mengeksplore sebagian Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2, maka rombongan kami memutuskan untuk makan siang di Level 3. Kami makan siang di Food Court di Level 3 dengan menu nasi lemak + ayam goreng + telur + pergedel.
Menu makan siang kami di Food Court, Level 3, Transit Area, Terminal 2, Singapore Changi Airport


Selesai makan siang di Level 3, segera kami turun kembali menuju Mushola yang terletak di Level 2 tepat di depan Magically Garden. Kami melakukan Sholat Jamak Taqdim dan Qosor zuhur-ashar. Diarea ini tersedia ruang khusus buat sholat yang terpisah antara laki-laki dengan perempuan yang dilengkapi dengan tempat berwudhu yang juga terpisah. Sedangkan toiletnya sendiri terletak disisi luar dari mushola.
Mushola di depan Magically Garden, di Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2, Singapore Changi Airport 


Selesai sholat kami kembali berkumpul di Magically Garden dan kami langsung di bagikan boarding pass Singapore–Jeddah. Selain itu kami juga dibagikan voucer gratis senilai 40 dolar Singapore per orang dengan rincian 20 dolar Singapore buat berbelanja bebas apa saja dan 20 dolar Singapore buat berbelanja kosmetik dan parfum. Jadi total saya dan istri mendapatkan Voucer senilai 80 dolar Singapore untuk berbelanja.
Voucer senilai 80 dolar Singapore untuk kami berbelanja



Voucer ini diberikan bagi yang transit di Bandara Changi lebih dari 2 jam ataupun pesawat yang mengalami delay lebih dari 1 jam. Tetapi tiap bulannya kompensasi dari pihak bandara ini akan berubah-rubah. 

Voucer ini bisa langsung dibelanjakan tanpa syarat dan ketentuan. Jadi kita bisa ambil barang lalu bayar dengan Voucer tersebut. Tanpa mengharuskan kita untuk berbelanja dengan nominal tertentu loh. Tetapi kalau ada sisa uang di Voucer tidak akan dikembalikan sisanya. Jadi pilihlah barang dengan harga yang pas. 

Oh ya, Voucer ini berlakunya bukan untuk saat hari ini saja, tetapi Voucer ini malah berlaku hingga Maret 2017. Dan inilah hasil borong kami dan kami sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Sungguh pelayanan bandara yang sangat memuaskan. Disini kami sempat berbelanja 3 potong baju Giordano buat anak kami, lipstik, ultraviolet (UV) protection dengan Sun Protection Factor (SPF) 50 +,  cream collagen buat wajah dan magnet kulkas.
Hasil Belanja Gratiiiiiis ... Di Departure Transit Lounge, Level 2, Transit Area, Terminal 2, Singapore Changi Airport


Setelah puas berbelanja kami pun segera masuk keruang tunggu keberangkatan. Sambil menunggu keberangkatan untuk perjalanan panjang dan lama ini kami menyempatkan untuk mencharge semua perlengkapan elektronik kami. Bukan cuma kami yang mencari colokan listrik. Semua penumpang juga mencari colokan listrik dan diruang tunggu ini kita tidak perlu takut tidak kebagian, karena cukup banyak di sediakan colokan listrik +  USB Charge juga. Kami juga sempat mendokumentasikan pesawat yang akan menerbangkan kami, yaitu pesawat Scoot.
Tampak di kejauhan Pesawat Scoot yang siap menerbangkan kami


Di bandara Changi ini kami juga tidak terlalu lama menunggu. Pada jam 16.30 waktu Singapore kami berangkat melanjutkan penerbangan dari Bandar Udara Internasional Changi Singapura dengan pesawat Scoot Boeing 787 dengan nomor penerbangan TZ 592 menuju ke Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Awalnya kami duduk terpisah di bangku 31 F dan 35 E. Lalu kemudian kami minta di tukar menjadi duduk dibangku 38 F dan 38 H. 

Sebenarnya berada di penerbangan kelas ekonomi tentu tidak jadi soal, mengingat fasilitas standar di dalam kabin pesawat sudah dibuat dengan standar kenyamanan tertentu. Tapi yang jadi tantangan adalah ketika berada di kelas ekonomi dalam penerbangan jarak jauh. Saat ini kami akan mengudara diatas 8 jam, maka tubuh akan mulai merasakan kaku dan letih, sementara aktivitas yang terbatas menjadi cobaan terberat dalam perjalanan lintas benua ini. 

Layaknya pada sarana transportasi lain seperti kereta api dan bus, maka pesawat juga memiliki beberapa tempat duduk strategis yang menjadi idola para penumpangnya, biasanya tempat duduk itu berada di samping kaca jendela. Tetapi bagi kami untuk penerbangan ini kami memilih bangku di sebelah lorong, karena nantinya kami akan lebih mudah untuk keluar masuk daripada harus melangkahi orang yang duduk di samping kami. Jadi, untuk penerbangan kelas ekonomi jarak jauh ini usahakan Anda memilih bangku yang tepat, walaupun tidak seusai dengan kriteria bangku idaman Anda ya.
Boarding Pass Tiket Singapore - Jeddah



Ini adalah pengalaman baru bagi kami, yakni merasakan terbang bersama maskapai yang belum pernah kami coba sebelumnya yaitu dengan Scoot Airlines. Scoot Airlines merupakan maskapai penerbangan bertarif rendah / low cost airlines jarak jauh yang memiliki basis di Singapura dan merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines. 

Pesawat ini melayani rute Singapura, Australia, Tiongkok, Japang, Korea Selatan hingga Arab Saudi. Asyiknya nich, untuk penerbangan Singapore - Arab Saudi, Scoot ini menggunakan pesawat Boeing 787. 

Kesan pertama menaiki Scoot Airlines ini adalah "Nyaman". Scoot menawarkan Inflight Experience seperti fasilitas Wifi. Bagi pecinta sosmed, penawaran wifi ini bisa dimanfaatkan, tetapi fasilitas ini tidaklah gratis melainkan harus membayar, harga termurah adalah 5 dolar Singapore untuk 20 MB. Kursi standar di Ekonomi dengan 9 baris kesamping memiliki ukuran dan jarak antar kursi cukup lega, jauh lebih luas daripada rata-rata maskapai low-cost lainnya. Dengan demikian kaki kita bisa selonjoran hingga ke kursi depan sehingga tidur pun jadi lebih nyaman karena kaki ngak tertekuk.
Nyamannya di Scoot Airlines


Salah satu fasilitas di Scoot Boeing 787  ini yang unik adanya Seat Button disandaran tangan. Di Scoot Airlines ini semua tombol yang biasanya berada di overhead cabinet dekat dengan pengaturan AC diletakkan di sandaran tangan. Melalui tombol ini akan memudahkan kita apabila kita perlu memanggil pramugari ataupun menyalakan lampu. Tetapi, karena berada disandaran tangan, seringkali tombol ini tidak sengaja tertekan. Jangan kaget kalau tiba-tiba lampu menyala sendiri atau ada pramugari mendatangi kita karena tertekan.
Seat Button di Scoot Airlines



Dengan penerbangan kelas ekonomi jarak jauh, sudah barang tentu ada saja tantangannya. Tentu setiap tantangan dapat disiasati, meskipun di kelas ekonomi tetapi kita tetap bisa merasakan seperti pada penerbangan full service. Kenapa demikian, karena penerbangan dengan Scoot Airlines penumpang sudah pasti diberikan amenity kit untuk kenyamanan selama penerbangan. 

Scoot Airlines ini menyediakan fasilitas buat kenyamanan penumpang  yang sudah di letakkan 1 paket di tiap kursi. 1 paket ini berisikan bantal tiup (Travel Pillow), penutup mata dan selimut. Semua paket ini diberikan secara gratis untuk setiap penumpang sebagai souvenir. Travel Pillow ini selain dapat membantu leher agar tidak cepat lelah, keberadaan bantal penyangga leher juga dapat membantu kita beristirahat selama perjalanan. Tidak kalah penting juga adalah keberadaan penutup mata. Kehadiran penutup mata / bantal mata dalam perjalanan tentunya akan membantu Anda untuk beristirahat selama mengudara. Sama seperti Travel Pillow dan penutup mata, maka selimut juga mempengaruhi perjalanan Anda, karena tidak semua orang kuat dengan temperatur di dalam pesawat yang bisa dibilang cukup dingin. Maka dari itu, kehadiran selimut ini akan membantu untuk melawan hawa dingin di dalam pesawat.
Amenity Kit dari Scoot Airlines sebagai Souvenir buat setiap penumpang


Bagi yang kebetulan melakukan perjalanan panjang dan membutuhkan waktu lama didalam pesawat, saya sarankan untuk sesekali bergerak keluar dari kursi tempat duduk, untuk jalan-jalan di sepanjang lorong dalam pesawat. Iya jangan dibayangkan seperti jalan-jalan cantik naik turun private jet kayak ARB dan Mbak Syahrini. Karena ini cuma jalan-jalan disepanjang lorong pesawat saja. Berjalan di lorong pesawat secara berkala ini sangat berguna sekali. Dengan kita melakukan peregangan di luar kursi, maka kita dapat mencegah terjadinya Edema (pembengkakan) tungkai bawah bahkan lebih jauh kita bisa menghindari terjadinya Deep Vein Thrombosis (DVT), sumbatan darah yang dapat terbentuk di kaki ataupun panggul. Sereeeem bukan efeknya bila terlalu lama duduk. 

Jadi untuk menghindari hal tersebut terjadi, saya dan istri pun mulai berjalan-jalan cantik di sepanjang lorong pesawat. Setelah bolak-balik belok ke kanan terus belok ke kiri, terus ngegelinding ke muka dan ke belakang, dan tak lupa koprol beberapa kali, akhirnya kami balik kembali ke kursi. Kali ini kami berpindah ke kursi di window seat. Saat itu pesawat tidak terlalu full dan kebetulan kami dapat duduk tidak di window seat, lalu kami berpindah sebentar untuk menyaksikan keindahan ciptaan Allah dari ketinggian di window seat ini.

Saat duduk di window seat ini, ada hal lain yang menarik dari pesawat Boeing 787 ini, yaitu electrochromic windows-nya. Umumnya pesawat menggunakan penutup jendela yang bisa ditarik ke arah atas/bawah, tetapi di pesawat Boeing 787 ini, jendela yang juga berukuran lebih luas dari biasanya ini menggunakan sistim elektronik. Tapi bukan artinya pula bahwa penutupnya akan turun/naik sendiri dengan tekan tombol.

Kaca jendela pesawat Boeing 787 ini menggunakan lapisan gel yang bisa bereaksi secara kimiawi untuk membuat jendela bisa terlihat terang bening, sedikit redup hingga gelap. Tombol (panel solar) yang diletakkan di bagian bawah jendela terdiri dari 2 bagian yaitu tombol berwarna putih dan gelap. Dimana anda bisa mengatur tingkat kecerahan jendela dalam beberapa tingkatan. Kalau ditekan tombol yang berwarna putih maka kaca jendela akan semakin terang, demikian juga sebaliknya, jika ditekan tombol berwarna gelap maka kaca akan semakin hitam pekat. Selain memang terlihat canggih, kaca jendela dengan sistem ini juga memungkinkan kita untuk masih bisa melihat pemandangan di luar walaupun di set dalam kondisi gelap, sederhananya sama seperti kita memasang kaca film yang gelap di mobil. 

Huaaaaa ini pengalaman seru dan dengan riang gembira saya memainkan panel jendela itu hahaha. Biarin deh dibilang norak, soalnya di sebelah juga nggak ada orang. Khe ... Khe... Khe ...
Electrochromic Windows lengkap dengan panel solar di Scoot Airlines


Selama penerbangan yang panjang dengan Scoot Airlines ini kami semua mendapatkan 2 kali makan dengan minum sepuasnya. Makanan pertama di sajikan pada jam 18.30 waktu Singapore dan saya memilih Nasi Lemak With Chicken and Fish Tofu.
Nasi Lemak With Chicken and Fish Tofu, di Scoot Airlines


Untuk makanan kedua disajikan pada jam 22.30 waktu Singapore. Untuk kali ini saya memilih Braised Chicken With Rice. Ini waktu yang tepat buat bersantap, karena setelah makan malam ini saya bisa beristirahat.
Braised Chicken With Rice, di Scoot Airlines


Setelah selesai bersantap, sekarang saatnya kami beristirahat. Dengan kursi standar yang cukup lega ini tidur kami pun cukup nyaman, ya karena kaki ngak tertetuk dan perut pun sudah kenyang. Alhamdulilah... 

Terdapat perbedaan waktu 5 jam antara Singapore dengan Jeddah, Arab Saudi. Atau terdapat perbedaan waktu 4 jam antara Medan, Indonesia dengan Jeddah, Arab Saudi (Arabia Standard Time / AST, GMT +3). Arab Saudi lebih lambat 4 jam dari Medan, Indonesia. Jika di Medan, Indonesia (Waktu Indonesia Barat / WIB) Jam 09:00 WIB maka di Jeddah, Arab Saudi jam 05:00 AST.   

Arab Saudi hanya memiliki satu zona waktu, tidak ada perbedaan waktu antara kota-kota di Arab Saudi, seperti : Makkah Al Mukkarammah – Arafah - Mina - Al Madinah Al Munawwarah – Jeddah - Riyadh. 

Disaat kami semua tertidur, kami tersentak dengan adanya pengumuman resmi dari sang pilot. Sang pilot memberitakan bahwa 1 jam kedepan pesawat akan melewati Miqat. Segera saya berberes mengenakan Ihram. Ini adalah saat akan dimulainya rangkaian ibadah haji. 

Memulai ibadah haji harus dilakukan pada waktu (miqat zamani) dan tempat (miqat makani) yang telah ditetapkan. Waktunya adalah sejak tanggal 01 Syawwal hingga sebelum masuk waktu Fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Sedangkan tempatnya adalah miqat-miqat yang telah ditetapkan, yaitu Dzul Hulaifah (Abyar Ali/Bir Ali), Rabigh (sebagai pengganti dari Juhfah), Yalamlam, dan Qarnal-Manazil (Sail Kabir), sesuai dengan arah kedatangan masing-masing jamaah haji. Miqat ini berlaku bagi orang yang tinggal di luar miqat, sedangkan bagi yang tinggal di dalam miqat, seperti di Jeddah atau Makkah Al Mukkarammah, maka dia dapat memulai ihram di tempat kediamannya.
 Lokasi Miqat


Saat ini kami sudah mulai berihram. Disunnahkan bagi jamaah laki untuk memakai wewangian di tubuhnya, bukan di kain ihramnya. Sebagaimana Aisyah radhiallahu’anha memakaikan Rasulullah wewangian sebelum ihram. 

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah dua helai kain yang disebut izaar (kain) dan rida’ (selendang) yang berwarna putih. Disunnahkan pula memakai sandal. Saat mulai memakai ihram ini bagi jamaah laki-laki jangan membuka pundak kanan (idhtiba’) sejak di miqat, tetapi mulai membuka pundak ini ketika hendak akan memulai thawaf qudum. 

Sedangkan bagi wanita, tidak ada pakaian khusus dan warna khusus untuk ihram, yang penting menutup aurat dan memenuhi adab-adab berpakaian bagi wanita dalam Islam. 

30 menit sebelum melewati miqat pilot juga memberikan pengumuman kembali dan terakhir sampai 5 menit sebelum melewati miqat pilot masih memberikan pengumuman. 

Akhirnya pesawat pun melewati Miqat di Yalamlam, segera saya dan istri mengambil niat Ihram untuk Umrah bagi Haji Tamattu. Saat memulai ihram dan sejak berada di miqat inilah kita menentukan macam haji apa yang hendak kita laksanakan. Untuk diketahui, ibadah haji itu ada tiga macam, yaitu haji Tamattu, Qiran dan Ifrad. Dan kami akan mengerjakan Haji Tamattu, yaitu umrah dan hajinya terpisah sehingga harus membayar Dam Tamattu.
3 macam jenis Haji (Tamattu, Qiran dan Ifrad)
3 macam jenis Haji (Tamattu, Qiran dan Ifrad)


Kami melakukan Haji Tamattu, maka sejak di miqat tersebut kami niat ihram untuk umrah dalam hati, dengan mengucapkan :


Setelah kami berada dalam keadaan ihram, maka berlakulah seluruh larangan-larangan dalam ihram. Saat ihram, seseorang baik laki maupun perempuan, dilarang mencabut atau memotong rambut dan kukunya, memakai wewangian, meminang, menikah atau menikahkan, bercumbu, berjima dan membunuh binatang buruan. 

Khusus bagi laki-laki, dilarang menutup kepalanya (peci, sorban, kain, topi dan lain-lain) juga dilarang mengenakan sesuatu berjahit yang dapat menutup salah satu anggota badan. Bagi laki-laki dibolehkan mengenakan sandal, sabuk, jam tangan, tas pinggang, tali hp yang dikalungkan. Itu semua tidak termasuk pakaian berjahit yang dilarang (meskipun ada jahitannya). Yang dilarang adalah pakaian yang dijahit untuk menutup salah satu anggota badan, misalnya pakaian dalam, kaos dalam, kaos kaki, sepatu yang menutup mata kaki, atau sarung tangan. 

Khusus bagi wanita, dilarang memakai niqab atau cadar (tutup muka yang hanya tampak kedua matanya) dan sarung tangan. Dibolehkan bagi wanita mengkonsumsi pil penunda haid jika khawatir datang haid saat ihram, sepanjang hal tersebut tidak membahayakan dirinya. 

Larangan-larangan dalam ihram jika dilanggar dengan sengaja, tidak dipaksa, dan tahu akan ilmunya, masing-masing memiliki konsekwensi tersendiri. Tapi jika dilakukan karena lupa, dipaksa atau karena tidak tahu ilmunya, maka tidak ada konsekwensi apa-apa. 

Setelah ihram, disunnahkan banyak membaca Talbiah. Laki-laki disunnahkan bertalbiah dengan suara keras, sedangkan bagi wanita cukup dengan suara yang terdengar oleh dirinya saja. Bacalah :


Secara garis besar untuk jamaah haji seperti kami yang datang langsung menuju Makkah Al-Mukkarammah maka akan langsung melakukan umrah dengan niat umrah ambil miqat di Yalamlam diatas pesawat. Kemudian lepas ihram ganti dengan pakaian biasa dan menunggu sampai dengan tanggal 08 Dzulhijjah untuk kembali berihram dan berniat haji. 

Sedangkan jamaah haji yang langsung menuju Al-Madinah Al-Munawwarah akan berihram dan niat umrah di Zulhulaifah atau Bir Ali untuk umrah. Kemudian lepas ihram ganti dengan pakaian biasa dan menunggu sampai dengan tanggal 08 Dzulhijjah untuk kembali berihram dan berniat haji. 

Akhirnya dalam waktu 10 menit setelah melalui Yalamlam, pesawat pun siap untuk mendarat di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah / King Abdulaziz International Airport (JED). Jarak Yalamlam ke Makkah Al Mukkarammah hanya 45 km. Saat meninggalkan Scoot Airlines, jangan lupa mengemasi seluruh barang bawaan dan tidak lupa kami juga mengemasi Amenity Kit dari Scoot Airlines sebagai souvenir. 


Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah / King Abdulaziz International Airport (JED) - Hajj Terminal
Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah / King Abdulaziz International Airport (JED) - Hajj Terminal


Alhamdulilah, pada jam 20.40 waktu Saudi Arabia pesawat mendarat dengan mulus di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah / King Abdulaziz International Airport (JED). Lama penerbangan dari Singapore ke Jeddah ini berlangsung selama 9 jam 10 menit.

Perlu anda ketahui bahwa Saudi Arabia adalah salah satu negara di Timur Tengah yang diliputi sebagian besar gurun pasir dengan Laut Merah dan garis pantai Teluk Persia pada semenanjung Arab ini. Saudi Arabia dikenal sebagai tempat kelahiran Islam, rumah bagi 2 Masjid paling suci, yaitu Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukkarammah, yang merupakan tujuan dari ibadah haji tahunan dan Masjid Nabawi di Al-Madinah Al-Munawwarah, yang merupakan situs pemakaman Nabi Muhammad. Dengan Riyadh sebagai ibukotanya dan Jeddah sebagai pintu gerbang masuk untuk tanah haram ini. Dan saat sekarang ini ke 4 kota metropolis ini telah dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit.

Saat pertama kali tiba di Saudi Arabia, kami mendarat di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz atau sering disingkat dengan KAIA (King Abdulaziz International Airport) yang memang disediakan untuk melayani kebutuhan penerbangan untuk wilayah Jeddah, Saudi Arabia. Banyak orang yang mengenal bandara ini dengan sebutan Bandara Jeddah. 

Bandara yang terletak 19 km dari pusat kota Jeddah ini merupakan salah satu pintu utama untuk menuju ke Makkah Al Mukkarammah, terutama bagi mereka yang akan menunaikan ibadah Haji. Oleh karena itu, bandara ini pun memiliki satu buah terminal yang khusus untuk haji dan dinamai sebagai King Abdulaziz International Airport – Hajj Terminal (Terminal Haji). Adapun, dua terminal utama lainnya adalah South Terminal (Terminal Selatan) dan North Terminal (Terminal Utara). Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz ini menyediakan bus untuk berpergian antar Terminal Haji, Terminal Selatan dan Terminal Utara yang terletak cukup jauh.

Setelah pesawat berhenti diparkiran, kita semua rombongan jemaah haji harus tetap duduk menunggu didalam pesawat selama 20 menit sampai di jemput dengan bus khusus. Karena pesawat kami berhentinya di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah / King Abdulaziz International Airport (JED), maka bus jemputan tersebut nantinya akan mengantarkan kami semua menuju ke King Abdulaziz International Airport – Hajj Terminal.

Tepat jam 21.00 waktu Saudi Arabia, kami semua dapat keluar dari pesawat menuju ke bus jemputan. Perjalanan dengan bus dari Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah / King Abdulaziz International Airport (JED) menuju ke King Abdulaziz International Airport – Hajj Terminal kurang lebih 15 menit. Lumayan jauh perjalanannya.

Sesampainya kami di King Abdulaziz International Airport – Hajj Terminal, kami harus sabar menunggu diruang kedatangan. Pertama kali masuk ke dalam ruang kedatangan bandara, suasana sejuk terasa langsung menerpa kulit. Kami tidak bisa langsung keluar menuju ke imigrasi. Terdapat peraturan yang sangat ketat untuk melalui imigrasi ini. Kita harus antri bergiliran persatu Negara. Pada saat kami datang sudah ada rombongan jemaah haji dari India dan Bangladesh. Otomatis ke dua rombongan Negara tersebut yang akan masuk duluan melewati imigrasi. Tidak tau mereka juga sudah menunggu berapa lama di ruang tunggu ini. Pada saat menunggu didalam ruang kedatangan ini, Kami melakukan Sholat Jamak takhir dan Qosor Maghrib dan Isya.

Setelah selesai sholat dan menunggu beberapa lama. Akhirnya tepat jam 23.30 waktu Saudi Arabia Kami dipanggil semua untuk proses imigrasi. Seluruh ruangan utama King Abdulaziz International Airport – Hajj Terminal ini terintegrasi satu atap, sehingga mirip hanggar pesawat raksasa. Dari dalam ruangan, pengunjung bandara bisa leluasa melihat atap dari ujung ke ujung. Sekat memanjang dibuat hanya untuk menutup tempat pemeriksaan imigrasi.
Selesai melalui imigrasi di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah / King Abdulaziz International Airport (JED) - Hajj Terminal


Saya dan istri melalui petugas imigrasi bersamaan sekaligus, karena setiap calon Jemaah haji wanita harus didampingi sama suami ataupun mahramnya. Petugas imigrasi akan mempertanyakan mahram para wanita. Kebetulan masih muda dan berwajah manis seperti teman kami ditanyai macam-macam soal mahram dan bukti ada mahramnya oleh petugas. Berulang kali sang suami, menjelaskan bahwa teman wanita kami itu adalah istrinya. Namun petugas tidak serta-merta percaya. Mereka minta bukti, berkali-kali tanya mana buktinya. Petugas baru percaya setelah bolak-balik menjelaskan sampai dengan nyebuti jumlah anak segala. 

Harusnya kalau visa lolos, selesai. Mahram harusnya sudah masuk dalam data rombongan. Kan gampangnya tinggal lihat saja di visa yang telah diterbitkan. Mungkin petugas imigrasi tidak mau lagi banyak kebobolan wanita masuk sendiri ke Arab Saudi. Imigrasi Arab Saudi lagi musim menahan sejumlah jemaah calon haji wanita dari Indonesia yang pergi tidak memiliki mahram. Sedangkan untuk proses pemeriksaan imigrasi saya dan istri semuanya berjalan lancar.

Dengan selesainya urusan keimigrasian ini maka kami pun sudah siap untuk melaksanakan seluruh rangkai ibadah haji tahun 1437 H / 2016 M ini. Semoga semuanya berjalan lancar. Amin. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar