Selasa, 23 Agustus 2016

China Hari Kelima (Wednesday/Rabu, 04 May 2016) : Beijing (Dongsi Mosque, Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest, Beijing National Aquatics Center / Water Cube, Gatehouse of Zhengyangmen, Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen, Qianmen Street, Dashilan Street, Beijing West Railway Station, Naik Overnight Hard Sleeper Train / Train Z19) - Xian



By Aidil espeogeh 
The Next Destination...
Family Vacation Lets Goooooooo to China.


Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China 
04 Mei 2016



Hari ini adalah hari terakhir kami berada di kota Beijing, China untuk melakukan Traveling Mandiri. Pagi ini sebelum memulai perjalanan panjang dari Beijing menuju ke Xian, maka kami beres-beres untuk menitipkan semua barang bawaan kami di kamar abang saya. Kami sengaja mengambil 1 kamar lebih untuk sampai tanggal 05 Mei 2016. Meskipun kami semua tidak tinggal dan menetap di kamar tersebut hingga esok hari. Pertimbangan ini kami ambil, karena kami akan melakukan perjalanan malam ke Xian, jadi kami memerlukan basecamp alias tempat berkumpul yang nyaman untuk bersih-bersih sebelum naik kereta ke Xian. Semua koper dan barang sudah kami masukkan ke kamar abang saya, dan kami segera check out dari Spring Time Hostel tempat kami menginap dengan menyisakan 1 kamar yang akan kami check out pada sore hari nanti. Setelah itu, melalui Spring Time Hostel kami juga memesan 1 buah Private Minibus untuk mengantar kami semua menuju ke Beijing West Railway Station pada jam 17.30 sore nanti. Beres urusan koper, check out kamar dan booking Private Minibus, maka kami segera akan memulai perjalanan mengitari kota Beijing.

Hari ini sebelum kami berangkat menuju ke Xian, kami masih memiliki banyak waktu untuk mengeksplore kota Beijing. Kami berencana akan mengunjungi Dongsi Mosque, selanjutnya meskipun tadi malam dan kemari juga sudah pernah berkunjung, kami akan kembali mengunjungi Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest, Beijing National Aquatics Center / Water Cube, lalu menuju ke Gatehouse of Zhengyangmen, Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen, Qianmen Street dan Dashilan Street untuk belanja oleh-oleh terakhir, lalu naik kereta malam dari Beijing West Railway Station menuju ke Xian. Sekarang saatnya kita mulai perjalanannya... 


Dongsi Mosque 
Dongsi Mosque, Beijing, China 



Pagi ini langkah kaki kami dimulai dengan berkunjung ke Dongsi Mosque di Beijing, China. Senangnya disetiap Family Vacation en Traveling Mandiri, kami selalu memiliki waktu dan kesempatan untuk mengunjungi beberapa masjid tertua dan bersejarah di Negri Minoritas. Dari Spring Time Hostel tempat kami menginap untuk menuju ke Dongsi Mosque sangatlah mudah. Begitu keluar dari Spring Time Hostel kita tinggal jalan lurus 50 meter ke arah depan sampai jalan besar, lalu belok ke kanan sehingga jalan besar tadi berada disisi kiri kita. Lalu jalan 50 meter kedepan, kita akan menemukan simpang empat, saat ini kita sudah berada di Dongsi South Street, lalu belok kanan kembali dan berjalan 50 meter lagi, maka kita akan menemukan gerbang masuk dari Dongsi Mosque di sisi kanan kita. Dongsi Mosque sebagai salah satu masjid tertua di Beijing ini memang terletak di No.13,  Dongsi South Street, Dongcheng District. Pintu masuk Dongsi Mosque, Beijing menghadap ke timur, tepatnya menghadap kearah jalan Dongsi South Street.   
Dongsi Mosque, Beijing, China 


Dongsi Mosque di Beijing ini memang tidak seterkenal Niujie Mosque yang juga sama-sama terletak di Kota Beijing yang telah kami kunjungi kemarin sore. Meskipun tidak seterkenal Niujie Mosque, tetapi Dongsi Mosque tetap cantik dan menawan. Ada berbagai sumber tentang masa pembangunan Dongsi Mosque, Beijing. Beberapa orang mengatakan bahwa Dongsi Mosque, Beijing dibangun pada tahun 1356 pada masa Dinasti Yuan (1271-1368), namun beberapa orang lain menganggapnya dibangun pada tahun ke 12 (1447) selama masa Dinasti Ming (1368-1644) oleh Seorang perwira militer bernama Chen You. Berada di kawasan pemukiman yang padat di distrik Dongcheng, Dongsi Mosque, Beijing dibangun dengan gaya arsitektur China yang kental, dimana seluruh bangunan yang terdapat di dalam kompleks masjid didirikan dalam satu kesatuan yang mengutamakan tata ruang rumah pekarangan yang simetris berporos di tengah, menggunakan kayu sebagai bahan utama bangunan, dan penggunaan warna merah yang dominan.
Dongsi Mosque, Beijing, China 


Pada bagian depan yang berbatasan langsung dengan jalan raya Dongsi kita akan menjumpai sebuah bangunan yang berfungsi sebagai pintu gerbang utama. Bangunan yang dibangun kembali pada tahun 1920 ini memiliki 4 tiang penyangga yang dicat merah, dengan pintu terbuat dari kayu yang juga dicat merah dan dekorasi warna warni pada sisi-sisi atap dan dindingnya.

Di kompleks bangunan Dongsi Mosque, Beijing sekarang ini terdapat 2 pintu gerbang di bagian depan dan tengah, serta sebuah menara di bagian tengah, 5 buah gedung di sisi selatan untuk tempat tinggal imam dan pengurus masjid serta perpustakaan, 3 ruangan di sebelah utara untuk tempat mandi dan wudhu serta gudang.  Sementara itu di sisi sebelah barat atau di bagian belakang kompleks masjid terdapat sebuah pendopo (Grand Hall) yang merupakan bangunan utama yang digunakan untuk melaksanakan sholat berjamaah dan dapat menampung sekitar 500 orang. Komplek bangunan utama masjid sepintas menyerupai bangunan rumah masyarakat China pada umumnya. Bahan bangunan yang digunakan umumnya terbuat dari kayu yang digunakan sebagai penyangga ataupun kerangka atap bangunan. Sementara itu, bentuk atap bangunan dibuat sedikit melengkung khas arsitektur China.

Di tengah-tengah antara bangunan-bangunan tersebut di atas, terdapat halaman yang cukup luas dan dapat digunakan untuk sholat Idul fitri dan Idul Adha ataupun merayakan kegiatan umat muslim lainnya. Semua bangunan-bangunan tersebut di atas didirikan secara bertahap sejalan dengan perkembangan situasi dan kondisi pada saat itu. 

Setiap Jumat Dongsi Mosque, Beijing ramai didatangi umat muslim di Beijing yang akan menunaikan ibadah sholat Jumat. Setidaknya terdapat sekitar 200 orang jamaah memadati aula masjid setiap Jumatnya. Selain digunakan untuk melaksanakan ibadah sholat dan tempat kegiatan umat muslim seperti pernikahan, Dongsi Mosque, Beijing juga digunakan sebagai kantor asosiasi masyarakat Islam Beijing (Islamic Association of Beijing). 
Dongsi Mosque, Beijing, China 



Setelah puas mengeksplore Dongsi Mosque kami kembali jalan pulang menuju ke Spring Time Hostel. Dari Spring Time Hostel kami akan melanjutkan perjalanan menuju ke destinasi berikutnya dengan menggunakan subway. Sekarang saatnya kami memulai perjalanan hari ini. Kami kembali berjalan kaki dari Dongsi Mosque untuk menuju ke Dongsi Subway Station. Dari Spring Time Hostel tempat kami menginap, Dongsi Subway Station ini sangatlah dekat. Dari Spring Time Hostel kita dapat langsung melihat pintu masuk Dongsi Subway Station. Pada sisi kanan, kita akan jumpai Dongsi Subway Station Exit D-Line 5 dan pada sisi kiri, kita akan jumpai Dongsi Subway Station Exit G-Line 6. Kali ini kami memilih masuk melalui Dongsi Subway Station Exit G-Line 6. Kami pun masuk melewati gate untuk menuju ke platform stasiun kereta bawah tanah. 
Dongsi Subway Station Exit G-Line 6, Beijing, China, 04 Mei 2016... Kami siap berkelana  



Rute kami secara garis besar hari ini adalah dari Dongsi Station Line 6 akan menuju ke Nanluoguxiang Station Line 6 lalu berpindah ke Nanluoguxiang Station Line 8 (Olympic Special Line) untuk menuju ke Olympic Sports Center Station Line 8 untuk kemudian akan mengeksplore Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube. Setelah selesai semuanya kami eksplore, maka dari Olympic Sports Center Station Line 8 kami menuju ke Guloudajie Station Line 8 lalu berpindah ke Guloudajie Station Line 2 untuk menuju ke Qianmen Station Line 2 untuk kemudian akan mengeksplore Gatehouse of Zhengyangmen, Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen, Qianmen Street, Dashilan Street. Setelah selesai semuanya kami eksplore, maka dari Qianmen Station Line 2 kami menuju ke Chongwenmen Station Line 2 lalu berpindah ke Chongwenmen Station Line 5 untuk menuju ke Dongdan Station Line 5 untuk mengembalikan semua Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) dan mengambil semua deposit dan sisa dari Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) yang kami punya. Lalu dari Dongdan Station Line 5 kami jalan pulang ke Dongsi Subway Station Line 5 Exit D untuk menuju ke Spring Time Hostel untuk beres-beres dan mengambil semua barang bawaan kami. Lalu dari Spring Time Hostel dengan Private Minibus kami menuju ke Beijing West Railway Station untuk naik kereta Z19 menuju ke Xian Railway Station.  
Beijing Subway Map


Naik Subway dari Dongsi Station menuju ke Nanluoguxiang Station, Beijing, China


Sesampainya kami di platform Dongsi Subway Station Line 6, maka untuk menuju ke Olympic Special Line (Line 8), kami memilih subway ke arah Haidian Wuluju, lalu nanti akan pindah dan berganti kereta. Naik Subway di Beijing cukup nyaman. Semua gerbongnya dilengkapi dengan AC dan pemanas udara untuk musim dingin. Selain itu, meskipun jalur Subwaynya cukup banyak, tetapi semua petunjuk jelas tertulis dalam dua bahasa yaitu bahasa China dan bahasa Inggris. Jadi tidak usah takut tidak bisa membaca petunjuk selama perjalanan menggunakan Subway. 


Beijing Olympic Park / Olympic Green
Pangu Plaza (Dragon Towers,  IBM) tampak dari Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China



Perjalanan kami untuk sampai ke Beijing Olympic Park / Olympic Green ini dari Dongsi Station Line 6 menuju ke Nanluoguxiang Station Line 6 lalu berpindah ke Nanluoguxiang Station Line 8 (Olympic Special Line) untuk menuju ke Olympic Sports Center Station Line 8, lalu keluar dari station di Exit B1 (northwest exit) atau Exit B2 (northeast exit), kemudian berjalan ke utara  / Central Section / Olympic Axis dan kita siap untuk mengeksplore Beijing Olympic Park / Olympic Green ini. 
Beijing Olympic Park / Olympic Green Map 


Ini adalah kunjungan kedua kami ke Beijing Olympic Park / Olympic Green. Setelah tadi malam hanya berkisar 30 menit saja kami berada ditempat ini, karena tempat ini keburu ditutup pada jam 22.00. Maka pada pagi menjelang siang ini kami akan sedikit lama bersantai-santai menikmati hari di Beijing Olympic Park (Olympic Green) yang sangat megah dan spektakuler ini

Menurut saya Traveling di Beijing Olympic Park / Olympic Green, kita masih bisa merasakan semangat kompetisi dan keramahan tempat ini untuk menyambut ratusan orang yang berkunjung setiap harinya. Ditambah lagi saat ini Beijing berhasil memperoleh kemenangan untuk bisa melaksanakan Olimpiade Musim Dingin tahun 2022. Ini adalah pertama kalinya bagi sebuah kota untuk bisa memenangkan hak untuk menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas dan Olimpiade Musim Dingin. Sebuah kota yang memiliki tradisi yang sangat dihormati sepanjang waktu dan juga pesona modern yang cepat berubah, sungguh 'fenomenal' sangat luar biasa hebat. 

Saat mulai memasuki Beijing Olympic Park / Olympic Green, kita dapat langsung menyaksikan megahnya area ini, karena begitu kita keluar dari Olympic Sports Center Station, kita akan di sambut dengan ikon terbaru China dan karya terbaru arsitek terkenal dunia Mr C.Y. Lee yaitu Pangu Plaza (Dragon Towers, IBM) yang persisi terletak disisi kiri. Bangunan Pangu Plaza (Dragon Towers, IBM) ini dirancang menyerupai Naga, dengan menara disebelah kiri menjadi kepalanya. Dari kejauhan kita dapat melihat menara perkantoran 45 lantai yang dibentuk di atas seperti kepala Naga dan empat bangunan penghubung 23 lantai lainnya tampak berfungsi sebagai bodi dan ekor Naga.   
Pangu Plaza (Dragon Towers,  IBM) tampak dari Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China



Pangu Plaza (Dragon Towers,  IBM) adalah salah satu bangunan misterius yang berada berdekatan dengan Beijing Olympic Park / Olympic Green, sebab "In Beijing, No Making Heads or Tails of a New Building". Bentuknya seperti Naga  dan membentang di sepanjang tujuh lapangan sepak bola. Pangu Plaza (Dragon Towers, IBM) ini adalah deretan bangunan kolosal yang membanggakan yang berisikan menara perkantoran bertingkat tinggi, pusat perbelanjaan, hotel bintang tujuh dan yang dikuatkan oleh pengembangnya, bahwa Pangu Plaza (Dragon Towers, IBM) ini adalah “world’s first traditional Chinese courtyard in the sky”. 

Dan kompleks bangunan Pangu Plaza (Dragon Towers, IBM) adalah bagian dari Olimpiade, karena memiliki tujuh layar televisi jumbo yang mendaur ulang gambar-gambar patriotik dan sorotan Olimpiade bagi orang-orang yang lewat 24 jam sehari. Dengan demikian bangunan Pangu Plaza (Dragon Towers, IBM) tersebut menjadi bagian dari tempat yang menyambut "elit-elit dunia".

Saat kami terus berjalan lurus di Central Section / Olympic Axis, tepat berada pada sisi kanan kami, maka kami menjumpai jejeran lima maskot untuk pesta olahraga se-dunia Olimpiade Beijing 2008 dengan berbagai macam karekter dan warna yang menarik. Kelima maskot Olimpiade Beijing 2008 tersebut adalah : Jing Jing (Panda), Huan Huan (Api Olimpiade), Ying Ying (Rusa Bertanduk), Ni Ni (Burung Walet) dan Bei Bei (Ikan). Tiap tokoh memiliki warna yang sama dengan lambang lingkaran Olimpiade. Maskot ini memiliki arti yaitu lima persahabatan. Lima persahabatan ini merupakan keluarga kecil yang luar biasa yang dipilih penuh pertimbangan oleh penyelenggara Olimpiade Beijing 2008 untuk mewakili China membawa pesan persahabatan kepada seluruh anak di dunia. Bila kelima nama maskot tersebut digabung maka terbentuk suatu kalimat penyambutan berbunyi "Beijing Welcomes You" (Beijing Menyambutmu).
With Five Mascots of 2008 Olympic Games, Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China


Setelah puas berpose bersama kelima Maskot Olimpiade Beijing 2008, kami terus berjalan disepanjang Central Section / Olympic Axis di Beijing Olympic Park / Olympic GreenBeijing Olympic Park (Olympic Green) ini sendiri adalah tempat dimana Olimpiade Musim Panas Beijing tahun 2008 dan juga tempat Paralympic berlangsung. Beijing Olympic Park  (Olympic Green) ini menempati area seluas 11,59 kilometer persegi, yang 6,8 kilometer persegi di utara ditutupi oleh Forest Park, lalu 3,15 kilometer persegi membentuk central section, dan 1,64 kilometer persegi di selatan tersebar tempat untuk Asian Games 1990. Beijing Olympic Park (Olympic Green) dirancang untuk menampung sepuluh tempat fasilitas olah raga, Olympic Village, dan fasilitas pendukung lainnya. Setelah kegiatan Olimpiade, maka Beijing Olympic Park (Olympic Green) ini berubah menjadi pusat kegiatan multifungsi yang luas bagi masyarakat umum. 

Di Beijing Olympic Park (Olympic Green) ini kita bisa menemukan beberapa venue dan landmark penting yang memang terletak dalam satu kompleks. Selain Olympic Village, di sini kita juga bisa menemukan Olympic Forest Park, Convention Center, Indoor Stadium, China Science and Technology Museum dan China Ethnic Museum (China Ethnic Culture Park). Dan yang paling menjadi icon tempat ini adalah National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube. Dan untuk masuk ke ketiap-tiap area ini akan dikenakan biaya masuk. 
Biaya masuk ke tempat fasilitas olah raga dan fasilitas lainnya


Kami segera berjalan menuju National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube. Untuk menuju ke National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini kita cukup berjalan lurus di Central Section / Olympic Axis. National Stadium / Bird's Nest terletak tepat di sisi timur (kanan) dari Landscape Avenue di Beijing Olympic Park (Olympic Green) dan tepat berada disebelah timur dari Beijing National Aquatics Center / Water Cube. Sedangkan Beijing National Aquatics Center / Water Cube terletak tepat di sisi barat (kiri) dari Landscape Avenue di Beijing Olympic Park (Olympic Green) dan tepat berada disebelah barat dari National Stadium / Bird's Nest. Intinya kedua bangunan megah ini terletak saling berhadapan. 


National Stadium / Bird's Nest
National Stadium (Bird's Nest), Beijing, China


Ini saatnya kami akan melihat Sarang Burung Raksasa di Beijing, yaitu National Stadium / Bird's Nest. Menurut saran saya kalau anda berkunjung ke Beijing, National Stadium / Bird's Nest adalah tempat wajib untuk dikunjungi. Walaupun terkesan sudah lama, mengingat Olimpiade Beijing sudah berlangsung delapan tahun lalu, tapi saya yakin National Stadium / Bird's Nest tidak akan mengecewakan, dan National Stadium / Bird's Nest ini akan kembali digunakan juga pada acara pembukaan dan penutupan pada Olimpiade Musim Dingin tahun 2022 nanti. 
National Stadium / Bird's Nest, How to get there ? 


National Stadium / Bird's Nest ini termasuk ke dalam 10 bangunan unik di dunia. Keunikan bangunan ini terletak pada desainnya. Tiang penyangga stadion ini berbentuk seperti sarang burung, makanya oleh masyarakat sekitar stadion ini disebut sebagai sarang burung “Bird's Nest”. Tiang penyangga yang dibuat memiliki desain khusus, walaupun terkesan tidak beraturan, namun tiang-tiang yang bersambungan tersebut tetap diperhatikan ukurannya, baik panjang, lebar, tinggi dan letak tiang tersebut, sehingga tetap dapat menopang stadion. Dengan demikian National Stadium / Bird's Nest dinobatkan sebagai konstruksi bangunan terumit di dunia. Well, melihatnya dari foto saja sudah terlihat ruwetnya bukan ?.
National Stadium (Bird's Nest), Beijing, China


Desain stadion besar ini dirancang bersama-sama oleh arsitek Swiss Jacques Herzog dan Pierre de Meuron serta arsitek China Li Xinggang. Pembangunan National Stadium / Bird's Nest dimulai pada tanggal 24 Desember 2003 dan selesai pada Maret 2008 dengan biaya seluruh proyek 2.267 juta China yuan (sekitar 33 juta dolar). Stadion yang terletak di Beijing Olympic Park (Olympic Green), di Distrik Chaoyang ini memiliki luas 204.000 meter persegi, dengan lapangan hijau dan kursi yang tertata rapi. Kapasitas dari stadion ini dapat menampung sekitar 91.000 pengunjung. National Stadium / Bird's Nest dirancang sebagai stadion utama tempat berlangsungnya upacara pembukaan dan penutupan dari Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 dan sejak Oktober 2008, setelah Olimpiade Musim Panas berakhir, National Stadium / Bird's Nest ini telah dibuka sebagai obyek wisata. Selain bentuknya yang unik, yang paling penting bagi sebuah stadion adalah lapangannya. Lapangan di stadion ini dibuat dengan mempertimbangkan aspek keindahan serta tetap memperhatikan kualitas tanah dan rumputnya. Tidak kalah dari stadion kelas dunia, stadion ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Beijing, dan masyarakat China pada umumnya.
National Stadium (Bird's Nest), Beijing, China



Di stadion ini sering diadakan perhelatan akbar pesta olahraga di China, maupun event-event besar lainnya, seperti pertandingan sepak bola antar negara, lomba-lomba olahraga nasional, dan konser-konser musik. Tidak heran jika stadion ini mampu membius wisatawan untuk datang dan menyaksikan sendiri kemegahan “sarang burung “ ini. Stadion ini tidak pernah sepi pengunjung, walalupun tidak ada event-event besar, pengunjung tetap antusias untuk melihat desain arsitektur stadion yang unik ini. 
National Stadium (Bird's Nest), Beijing, China


Masyarakat setempat juga memanfaatkan area stadion ini untuk berbagai macam kegiatan, diantaranya berolahraga, bersepeda dan berjalan-jalan. Jika malas berjalan kaki, maka di area ini juga tersedia Electric Car yang siap untuk membawa anda mengitari seluruh area. Electric Car ini dibandrol seharga CNY 30 / orang. Untuk masuk ke National Stadium / Bird's Nest ini, pengunjung dikenakan tiket CNY 50. Stadion ini terbuka untuk umum kecuali saat ada event-event tertentu. Bepergian di bagian ini, Anda tetap bisa merasakan semangat persaingan dan keramahan. Lengkapilah kunjungan ke Beijing anda dengan mengunjungi “sarang burung” ini. 
Electric Car di National Stadium (Bird's Nest), Beijing, China


Disini kita juga dapat menemukan berbagai toko souvenir dan banyak para pedagang kaki lima yang mendagangkan berbagai merchandise Olimpiade Musim Panas Beijing tahun 2008. Lima Mascot Olympic Games dari tahun 2008 ternyata masih menjadi barang dagang handalan mereka untuk di jadikan kenang-kenangan. Para penjual souvenir dan aksesoris di halaman luas yang mengitari stadion ini juga menjual miniatur stadion, kaos yang bergambar stadion, asbak yang berbentuk stadion, dan lain-lain. Dagangan mereka sangat laris, apalagi saat ada pesta olahraga atau event besar.  
Hasil belanja souvenir di National Stadium (Bird's Nest), Beijing, China



Tepat terletak lebih kesebelah utara diantara National Stadium / Bird's Nest dengan Beijing National Aquatics Center / Water Cube kita akan melihat Ling Long Tower / Ling Long PagodaDengan tinggi keseluruhan 433 kaki (132 meter), Ling Long Tower adalah bangunan tertinggi di taman ini dan difungsikan sebagai International Broadcasting Corporation selama pertandingan berlangsung. Saat malam tiba, Ling Long Tower terlihat sangat menawan dengan lampu berwarna yang berubah-rubah. 
Ling Long Tower (Ling Long Pagoda), Beijing, China


Ling Long berarti "Delicate Tower in Chinese". Struktur permanennya adalah menara berbentuk segitiga sama sisi. Menara ini berisi 6 segitiga yang bisa dikenali dengan ruang terbuka di antaranya. Pada bagian puncak segitiga menampilkan cincin Olimpiade. Menara dengan 7 lantai dan segitiga berdinding kaca ini ditompang oleh tiga tulang rusuk pendukung di tiga sudutnya. Menara ini dioperasikan oleh Beijing Olympic Broadcasting. Beberapa studio siaran internasional juga berada di menara ini yang menawarkan pemandangan cakrawala Beijing sebagai latar belakang siaran.
Ling Long Tower (Ling Long Pagoda), Beijing, China



Tidak jauh dari National Stadium / Bird's Nest  dan Ling Long Tower / Ling Long Pagoda, kita dapat menemukan Beijing National Aquatics Center, yang juga dikenal sebagai Water Cube. Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini berisi fasilitas renang Olimpiade Musim Panas 2008.

Pembangunan lahan Olimpiade ini sarat akan simbol-simbol tersembunyi, mitologi China. Terlihat dari warna kedua dan bentuk kedua bangunan utama tersebut. National Stadium / Bird's Nest yang berbentuk lingkaran dan berwarna merah melambangkan matahari. Sementara Beijing National Aquatics Center / Water Cube yang berbentuk kotak dengan warna birunya melambangkan bulan. Posisi atau letak bangunannya yang jika ditarik utara ke selatan, maka jika ditarik garis lurus, kedua bangunan ini sejajar dengan pusat kota Beijing, yang mana adalah Forbidden City.



Beijing National Aquatics Center / Water Cube
Beijing National Aquatics Center (Water Cube), Beijing, China


Beijing National Aquatics Center / Water Cube sebagai pusat kegiatan olahraga air di Beijing ini merupakan salah satu bangunan unik yang didirikan oleh pemerintah China, sebagai daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Beijing. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah “Water Cube”. Dinamakan Water Cube karena bentuknya kubus transparan, dengan warna biru air yang terang. Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini merupakan salah satu bangunan yang didirikan untuk ajang Olimpiade di Beijing tahun 2008. Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini merupakan tempat diadakannya kejuaraan renang Olimpiade Beijing. Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini digunakan dalam ajang Olimpiade Beijing untuk olahraga air seperti polo air, renang, menyelam, dan lain-lain.  Setelah Olimpiade Beijing selesai, arena ini direnovasi lagi menjadi taman air. 
Beijing National Aquatics Center / Water Cube, How to get there ?


Konstruksi pembangunan Beijing National Aquatics Center (Water Cube) ini dimulai pada tanggal 24 Desember 2003 sebelum digunakan dalam ajang Olimpiade di Beijing dan selesai pada tanggal 01 Januari 2008. Memiliki ukuran panjang 177 meter, lebar 177 meter, dan tinggi 30 meter yang meliputi area seluas 62.950 meter persegi. Beijing National Aquatics Center (Water Cube) ini memiliki empat lantai.

Dirancang oleh arsitektur China dan Australia, Beijing National Aquatics Center (Water Cube) adalah bangunan pertama di dunia yang dibangun dengan "The Soap Bubble" teori, dengan struktur baja berbingkai polyhedral. Konsep desain kreatifnya berasal dari pola susunan sel-sel dan struktur alami dari gelembung sabun. Bangunan kotak persegi besar Water Cube ini bersama-sama dengan Bird's Nest, telah mewujudkan dan menginterpretasikan ide yang sangat baik antara teknologi modern dengan nilai-nilai budaya tradisional China.
Beijing National Aquatics Center (Water Cube), Beijing, China


Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini resmi digunakan untuk taman air pada bulan Agustus 2010 lalu. Bangunan ini juga menarik masyarakat setempat untuk masuk ke dalam arena Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini. Dari luar, bangunan ini nampak seperti busa yang berwarna putih terang jika siang hari. 

Saat malam kemarin kami hadir disini, bila diamati pada malam hari bangunan ini seperti air yang berdiri tegak, dengan bentuk kubus yang transparan, dengan gelembung-gelembung di dalamnya. Pada malam hari, pemandangan bangunan Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini sangat menakjubkan. Cahaya lampu yang berwarna putih dan biru berpadu dengan warna air di kolam yang ada di dalam Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini, menghasilkan spektrum warna biru cerah yang luar biasa.

Pemandangan ini mampu menarik simpatisan wisatawan yang berkunjung ke Beijing. Mereka sangat kagum dengan arsitektur bangunan yang satu ini. Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini didesain dengan kerangka baja yang memiliki kaca ETFE seluas lebih dari 100.000 meter persegi. Hal ini menjadikan Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini memiliki struktur rangka bangunan terluas di dunia. Kaca yang digunakan merupakan kaca ETFE yang dapat menghemat energi sekitar 30 % dan mengurangi pemanasan global.


Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini mampu menampung sekitar 17.000 penonton, dengan arena untuk olahraga air seluas 7.000 meter persegi. Dengan tinggi bangunan yang mencapai 30 meter, anda dapat melihat cahaya biru terang dari bangunan unik ini dari jarak ratusan meter. Beijing memang penuh dengan ikon-ikon bangunan modern yang unik. Jika anda sedang berwisata di Beijing, cobalah untuk melihat gelembung-gelembung raksasa ini. 
Beijing National Aquatics Center (Water Cube), Beijing, China



Saat berada di area Beijing Olympic Park / Olympic Green kita juga dapat menemukan banyak toko-toko yang menjual berbagai barang, terutama toko yang menjual makanan dan minuman. Kita dapat menghabiskan banyak waktu untuk bersantai-santai sambil menikmati hari disepanjang taman yang sangat luas ini. 
Jejeran toko di sepanjang Central Section / Olympic Axis, Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China



Saat pagi menjelang siang itu, kondisi Beijing Olympic Park / Olympic Green sangat sepi. Udaranya sangat asik. Disini kami sempat membeli ice cream sambil rehat sekejap. Menghabiskan waktu seharian disana sangat nyaman buat relaksasi. Halaman depan stadion ini sangat luas, sehingga masyarakat dapat menggunakannya dengan leluasa. Kami langsung mengambil tempat bersantai tepat di depan National Stadium / Bird's Nest. 
Bersantai-santai di Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China



Taman yang terletak tepat di depan National Stadium / Bird's Nest ini cukup tertata rapi. Taman ini dilengkapi dengan bangku taman dan payung taman serta jejeran pohon rimbun nan teduh, sehingga para pengunjung yang datang bisa berlama-lama berada di sini. 
Bersantai-santai di Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China


Setelah lama kami menghabiskan waktu di taman ini, segera kami berjalan kembali menuju stasiun subway Olympic Sports Center Station untuk menuju ke destinasi berikutnya. Tujuan kami berikutnya adalah menuju ke Gatehouse of Zhengyangmen, Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen, Qianmen Street dan Dashilan Street.   


Zhengyangmen 
Gatehouse of Zhengyangmen
Gatehouse of Zhengyangmen, viewed from the south, Beijing, China


Untuk menuju daerah wisata Gatehouse of Zhengyangmen, Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen, Qianmen Street dan Dashilan Street maka kami harus menuju ke Qianmen Station. Dari Olympic Sports Center Station Line 8 kami menuju ke Guloudajie Station Line 8 lalu berpindah ke Guloudajie Station Line 2 untuk menuju ke Qianmen Station Line 2, lalu keluar di Exit B. 

Dari pengalaman saat hari Minggu, 01 May 2016 menuju ke Qianmen Station, Qianmen Station ini ditutup pada setiap hari libur dan hari besar Nasional China dan pada saat Senin, 02 May 2016 malam Qianmen Station masih tetap ditutup untuk umum. Penutupan Qianmen Station ini berhubungan dengan libur hari buruh sedunia yang jatuh pada hari Minggu, 01 May 2016 yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kepadatan pengunjung, sehingga saat itu kami harus turun di Hepingmen Station Line 2 sebagai stasiun terdekat dengan Qianmen Station. Tetapi pada hari ini Qianmen Station Line 2 sudah dibuka untuk umum dan kami bisa langsung turun di Qianmen Station. 

Qianmen Station Line 2 ini tepat terletak di antara struktur bangunan Gatehouse of Zhengyangmen dan Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen. Stasiun kereta api bawah tanah pertama di kota Beijing, yang dikenal sebagai Qianmen Station ini dibangun tepat di luar pintu kedua gerbang Zhengyangmen. Sehingga cukup mudah bagi wisatawan untuk berkunjung ke sini. Begitu keluar dari Qianmen Station Line 2, Exit B tampak disebelah kanan kita sisi selatan dari Gatehouse of Zhengyangmen dan disebelah kiri kita sisi utara dari Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen.

Ini adalah kunjungan ketiga kami ke area ini, setelah sebelumnya pada Minggu, 01 May 2016 di siang hari dan pada Senin, 02 May 2016 di malam hari. Alasannya cuma satu kenapa kami sering kali mondar-mandir di area ini, iya karena Shopping. Karena para omak-omak ingin belanja oleh-oleh di Qianmen Street dan Dashilan Street buat orang-orang tercinta di tanah air.  


Menurut saya selain Shopping, sebenarnya kunjungan ke tempat-tempat ini akan lebih sempurna apabila dilakukan disaat siang dan malam hari. Kita dapat menikmati suasana yang berbeda. Terutama saat malam hari apabila ingin melihat suasana indah dan megahnya gerbang dinding kota bersejarah Beijing, yaitu Zhengyangmen (Gatehouse of Zhengyangmen dan Jianlou /The Archery Tower of Zhengyangmen) yang dihiasi lampu warna-warni. 
Gatehouse of Zhengyangmen, viewed from the south, Beijing, China



Zhengyangmen pertama kali dibangun pada tahun 1419 selama Dinasti Ming yang terdiri dari pos jaga (Gatehouse) dan sebuah menara memanah (Archery Tower). Gatehouse of Zhengyangmen merupakan the tallest of all gates in Beijing's city wall. Dengan ketinggian 42 meter, pos jaga Zhengyangmen (Gatehouse of Zhengyangmen) adalah satu-satunya dari semua gerbang di tembok kota Beijing yang selamat dari pembongkaran tembok kota pada akhir tahun 1960 selama pembangunan Beijing Subway, sedangkan gerbang lainnya seperti Wangfujing di utara dan Dongbianmen di tenggara hanya memiliki menara memanah. 


Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen
Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen viewed from the north, Beijing, China 



Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen ini terletak berhadapan langsung dengan Gatehouse of Zhengyangmen. Kedua gerbang Zhengyangmen ini dipisahkan oleh Qianmen Avenue/Qianmen Street (Dajie). Qianmen Avenue/Qianmen Street (Dajie) memotong diantara Gatehouse of Zhengyangmen di sisi utara dan Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen di sisi selatan. Saat ini kita akan melihat langsung sisi utara dari Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen. Pada sisi utara, Jianlou (The Archery Tower) dilengkapi dengan anak tangga di kanan-kiri bangunan yang disertai taman bunga yang indah. Sedangkan di sisi sebelah timur, barat dan sisi selatan Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen memiliki banyak lubang-lubang jendela untuk memanah. Keindahan Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen dengan tinggi 38 meter ini dapat kita nikmati dari semua sisi.
Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen viewed from the north, Beijing, China 



Siang hari ini sebelum melanjukkan perjalanan, kami sempat singgah di gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) untuk makan siang. Gerai KFC ini terletak di Qianmen West Street South. Letaknya dari kejauhan sudah terlihat saling berjejeran dengan gerai McDonald's dan berbagai gerai makanan lainnya. 
Kentucky Fried Chicken (KFC) di Qianmen West Street South, Beijing, China



Setelah selesai santap siang kami semua bergerak melanjutkan langkah kembali ke Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen. Saat ini kami sudah berada pada sisi selatan dari Jianlou / The Archery Tower of Zhengyangmen. Pada sisi selatan, Jianlou (The Archery Tower) lebih mengesankan bila dilihat dari Qianmen Street.   
Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen viewed from the south, Beijing, China 



Menara Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen ini dibangun pada tahun 1439 selama Dinasti Ming dalam gaya menyerupai pos jaga (Gatehouse of Zhengyangmen). Untuk mempertahankan gerbang utama, Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen memiliki banyak lubang-lubang jendela untuk memanah. Total terdapat 94 lubang celah panah, yaitu di sebelah timur sebanyak 21, di barat sebanyak 21 dan sisi selatan sebanyak 52. 
Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen viewed from the south, Beijing, China 



Sejauh yang saya bisa memastikan baik Gatehouse of Zhengyangmen maupun Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen tidak terbuka untuk pengunjung, tetapi kita tetap dapat mengagumi semua sisi dari Gatehouse of Zhengyangmen dan Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen dari luar. Setelah puas mendokumentasikan kedua bangunan Zhengyangmen tersebut, maka sekarang kami bersiap untuk Shopping di Qianmen Street dan Dashilan Street. 


Qianmen Street
Qianmen Street, Beijing, China. 
Tampak latar belakang Qianmen Gate berhiaskan ornamen khas China dengan Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen yang mempesona



Karena ini merupakan kunjungan ketiga kami ke Qianmen Street ini, maka kami sudah paham benar cara menuju ke Qianmen Street dan lokasi apa saja yang bakalan kami samperin nantinya di gang-gang kecil saat berada di Qianmen Street. Qianmen Street ini terletak di poros tengah kota Beijing dan merupakan salah satu famous pedestrian street di Beijing. Qianmen Street ini terkenal sebagai pusat perbelanjaan yang dikhususkan bagi pedestrian (pejalan kaki). Tepat di seberang Qianmen Street terlihat jelas Tower Panahan Zhengyangmen, yaitu Jianlou (The Archery Tower) yang memiliki banyak lubang-lubang jendela untuk memanah.
Qianmen Street, How to get there ?


Pusat perbelanjaan di Qianmen Street ini sendiri ditandai oleh sebuah gapura besar yaitu Qianmen Gate yang berhiaskan ornamen khas China yang berhadapan langsung dengan Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen. Qianmen Street ini berjalan dari Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen di utara ke Tiantan Park di selatan. Qianmen Street ini terbentang 840 meter panjangnya dan 21 meter lebarnya. Di Qianmen Street ini dapat kita jumpai bangunan dengan gaya menyerupai akhir Dinasti Qing (1644 - 1911).
Qianmen Street, Beijing, China. 
Tampak latar belakang Qianmen Gate berhiaskan ornamen khas China dengan Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen yang mempesona


Setelah mengalami renovasi lebih dari satu tahun, Qianmen Street dibuka kembali pada tanggal 07 Agustus sebelum Olimpiade Beijing 2008. Qianmen Street ini adalah simbol dari budaya lokal asli China. Disini pengunjung dapat menikmati cara tradisional orang China hidup. Tetapi di Qianmen Street ini kita juga bisa menemukan banyak merek internasional, seperti H & M, Haagen-Dazs, Sephora, ZARA, Qggle, Starbucks CAFÉ, dan SK Jewelry. Meskipun banyak dijumpai pusat perbelanjaan dengan merek internasional, tetapi menurut saya suasana tradisional China di Qianmen Street ini tetap terasa. Selama berada di Qianmen Street, bila kita memasuki area perbelanjaannya, di sisi kanan dan kiri terdapat toko-toko yang berderet memanjang dan tertata rapi. Suasana tradisional China semakin terasa di tempat ini. Diantara toko-toko tersebut terdapat beberapa gang kecil yang dikenal dengan sebutan Hutong. Di sana banyak terdapat penjual souvenir, jajanan dan restoran China. 
Qianmen Street, Beijing, China


Disepanjang Qianmen Street ini selain kita bisa menemukan banyak toko dan  hutong,  kita juga bisa menemukan jalur Dangdang Che (Tram). Tram ini pertama kali diperkenalkan ke Beijing pada tahun 1924, berjalan dari Qianmen ke Xizhimen. Pada tahun 1966, tram ini ditinggalkan karena teknologi canggih. Saat sekarang dua dari tram telah kembali di jalan ini sebagai sarana buat jalan-jalan. Dengan tampilan yang sama dari yang lama, tram mulai dari ujung yang berlawanan. Masing-masing tram dapat menampung hingga 84 pengunjung pada satu waktu. Dengan membayar sebesar CNY 20/orang kita bisa naik dan melihat-lihat Qianmen Street.
Dangdang Che (Tram), Qianmen Street, Beijing, China

Dangdang Che (Tram), Qianmen Street, Beijing, China



Di Qianmen Street ini kita juga dapat menemukan Museum lilin Madame Tussauds. Museum lilin Madame Tussauds kini telah hadir di Beijing tepatnya di Qianmen Street ini sejak 31 Mei 2014. Museum lilin Madame Tussauds Beijing adalah Madame Tussauds Wax Museum keempat di China setelah Museum lilin Madame Tussauds di Hong Kong, Shanghai, dan Wuhan. Ini adalah cabang terbesar di Asia, dengan ruang pameran dan pameran tiga kali lebih besar daripada yang ada di Hong Kong yang sudah pernah kami kunjungi. Disini kita dapat foto-foto dengan beberapa karekter yang memang sengaja diletakkan di luar Museum dan kita dapat mendokumentasikannya secara gratis.
Museum Madame Tussauds, Qianmen Street, Beijing, China

Menurut saya bagi yang menyukai kegiatan belanja pasti tidak akan melewatkan untuk berkunjung ke Qianmen Street ini. Selain kita dapat menikmati indahnya bangunan berhiaskan ornamen khas China, pusat perbelanjaan Qianmen Street ini juga menawarkan banyak sekali pilihan barang, mulai dari yang tradisional dan bermerek lokal, hingga merek-merek internasional. Bagi kami Qianmen tetap menjadi salah satu simbol abadi Beijing tua dan Qianmen juga rumah bagi hutong sempit di Beijing yang menyajikan panorama indah. Sekarang saatnya kami pun melanjutkan perjalananan untuk menuju ke Dashilan Street.


Dashilan Street 
Dashilan Street, Beijing, China



Diucapkan sebagai ' da shi la r ' oleh orang-orang lokal. Dashilan Street ini merupakan jalan yang paling kuno dan terkenal sebagai commercial street di hutongs, Beijing. Terletak di luar Qianmen Gate, tetapi sangatlah mudah untuk menuju ke Dashilan Street ini. Kita tinggal berjalan lurus 500 meter dari Jianlou (The Archery Tower) of Zhengyangmen di utara menuju ke selatan, dan gapura masuk ke Dashilan Street berada di sisi kanan kita. Jadi hanya dibutuhkan puluhan langkah saja untuk berjalan ke Dashilan Street ini dari Qianmen Gate.
Dashilan Street, Beijing, China



Sekarang Dashilan Street ini terkenal untuk semua jenis toko dengan rasa khas China. Banyak orang datang ke sini untuk menikmati peninggalan kekayaan bersejarah. Setiap hari ada 150.000-160.000 pengunjung. Pada akhir pekan dan hari libur akan meningkat menjadi lebih dari 200.000. 
Dashilan Street, Beijing, China


Di Dashilan Street ini kami juga menyempatkan untuk sedikit berbelanja oleh-oleh. Barang-barang yang dijual cukup banyak dan bervariasi dengan harga yang terjangkau. Toko-toko disini secara bersama biasanya buka dari jam 08.00 sampai 22.00.  
Hasil borong di Qianmen Street dan Dashilan Street, Beijing, China



Setelah puas mengeksplore Dashilan Street, kami pun kembali menuju ke Qianmen Street, kami bersiap untuk pulang. Dari Qianmen Station Line 2 kami menuju ke Chongwenmen Station Line 2 lalu berpindah ke Chongwenmen Station Line 5 untuk menuju ke Dongsi Subway Station Line 5 Exit D untuk menuju ke Spring Time Hostel. Sampai di Dongsi Subway Station Line 5 semua rombongan melewati gate untuk keluar dari stasiun, tetapi tidak dengan saya. Saya tetap tinggal didalam Dongsi Subway Station Line 5 dan setelah semua rombongan mengetap Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) di gate, maka semua kartu saya ambil kembali dan akan saya kembalikan.  

Dari Dongsi Subway Station Line 5 saya sendiri berangkat bergerak menuju ke Dongdan Station Line 5 untuk mengembalikan semua Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) dan mengambil semua deposit dan sisa dari Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) yang kami punya di Dongdan StationSemua deposit dan sisa dari Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) ini bisa di-refund di 62 titik yang telah ditentukan. Bisa di Subway Station yang ditunjuk untuk pengembalian Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) ini, atau di beberapa perusahaan bus ataupun di cabang China Citic Bank yang telah ditetapkan bagi pengguna untuk mengembalikan kartu Yikatong ini. Ingat ya, terdapat 5 jenis kartu Yikatong, hanya kartu Yikatong jenis standar yang bisa direfund.
Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) jenis standar


Saya memilih pengembalian Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) di Subway Station, dan Subway Station yang terdekat dengan saya adalah di Dongdan Station Line 5. Sampai di Dongdan Station Line 5, segera saya melewati gate untuk keluar dari stasiun dan segera saya menuju ke Subway Check-in Counter yang terletak persis disamping gate keluar. Pengembalian Beijing Transportation Smart Card (Yikatong) di Subway Station yang ditunjuk ini hanya bisa dilakukan pada jam 08.00 ~ 17.00. Perlu diperhatikan, bahwa hanya kartu yang terpelihara dengan baik yang bisa dikembalikan di Subway Station ini. Saldo dalam kartu harus kurang dari CNY 100. Full deposit dan saldo bisa dikembalikan di tempat ini.
Subway Station yang ditunjuk untuk pengembalian Beijing Transportation Smart Card (Yikatong)


Di Subway Check-in Counter ini setelah beres urusan pengembalian Beijing Transportation Smart Card (Yikatong), saya juga langsung membeli Single Journey Ticket untuk kembali pulang. Single Journey Ticket ini saya gunakan untuk perjalanan dari Dongdan Station Line 5 ke Dongsi Subway Station Line 5. Lalu di Dongsi Subway Station Line 5, saya keluar melaui Exit D untuk menuju ke Spring Time Hostel. 
Beijing Transportation Card (Single Journey Ticket)



Setelah sampai di Spring Time Hostel segera saya beres-beres. Kami telah memesan Private Minibus yang akan mengantarkan kami semua dari Spring Time Hostel menuju ke Beijing West Railway Station. Saat itu kami jadwalkan penjemputan jam 17.30 di Spring Time Hostel. Dan pada jam 17.00 segera kami semua turun ke lobby Spring Time Hostel dan segera melakukan check out untuk satu kamar punya abang saya yang masih tersisa dan Private Minibus pun sudah terparkir didepan Spring Time Hostel yang siap untuk menjemput kamiPrivate Minibus ini kami sewa seharga CNY 500. Private Minibus ini bisa diisi dengan 16 orang. 
Naik Private Minibus dari Spring Time Hostel ke Beijing West Railway Station


Perjalanan dengan Private Minibus dari Spring Time Hostel ke Beijing West Railway Station kami tempuh tanpa macet dan hanya memakan waktu 30 menit saja. Jadi dengan sedikit bersantai kami sudah berada di pelataran parkir luar dari Beijing West Railway Station dan kami sempat sebentar berfoto untuk mendokumentasikan situasi diluar Beijing West Railway Station. 



Beijing West Railway Station
Beijing West Railway Station, Beijing, China


Beijing West (Beijingxi) Railway Station disebut juga sebagai West Station (西客站) ini berada di East Lianhuachi Road, Fengtai District. Beijing West Railway Station ini berada 5 miles (8 km) dari The Forbidden City, 7.5 miles (12 km) dari Beijing Railway Station dan 22 miles (36 km) dari The Capital International Airport. 

Beijing West Railway Station atau Beijing West ini selesai dibangun pada awal tahun 1996. Ini adalah salah satu dari tiga stasiun kereta api utama di Beijing. Beijing memiliki jalur kereta api paling maju dan luas di dunia. Beijing West Railway Station memiliki gerbang utama sebuah bangunan besar yang terlihat seperti sebuah gerbang besar dengan bentuk bangunan khas China. Bangunan besar ini dilengkapi juga dengan sebuah jam besar yang sangat mencolok yang diletakkan di luar Beijing West Railway Station. Di China, banyak stasiun kereta api dilengkapi dengan jam di luar dan di dalam untuk kenyamanan penumpang. 

Beijing West Railway Station ini adalah stasiun kereta api terbesar di Asia sampai 1 Agustus 2008 ketika Beijing South Railway Station resmi dibuka. Beijing West Railway Station masih merupakan stasiun kereta api tersibuk di China dalam hal penggunaan penumpang per hari. 
Beijing West Railway Station, Beijing, China

Di China, jaringan kereta yang ada semuanya berpusat di kota Beijing. Di kota ini, jumlah kereta yang ada pun merupakan yang paling banyak. Jalur-jalur kereta utama yang menghubungkan antara Beijing dengan kota-kota lain di antaranya adalah Jianjiu Railway (dari Beijing ke Kowloon di Hong Kong), Jinghu Railway (dari Beijing ke Shanghai), Jingguan Railway (dari Beijing ke Guangzhou) ataupun Jingha Railway (dari Beijing ke Harbin). Selain itu, terdapat empat stasiun kereta yang bisa dijumpai di Beijing. Empat stasiun kereta tersebut adalah Beijing Railway Station, South Railway Station, West Railway Station serta yang terakhir adalah North Railway Station. Di stasiun-stasiun kereta ini, para traveler pun bisa menemukan berbagai jenis kereta yang ditawarkan. Baik kereta dengan kecepatan tinggi ataupun kereta biasa yang ramah bagi para backpacker karena harga murahnya. Total kereta yang beroperasi di empat stasiun ini mencapai angka 761 unit, mulai dari kereta seri D-(bullet trains), G-(China high-speed railway, CHR), K-(fast train), T-(express train) dan Z-(express overnight sleeper) yang siap melayani para penumpang menuju ke seluruh kota-kota di China. 

Karena sangkin luasnya Beijing West Railway Station, maka sebaiknya sebelum anda berada di Beijing West Railway Station, saya sarankan anda perlu mengetahui tata letak dari Beijing West Railway Station ini yang terdiri dari terminal building, North Square dan South Square yang saling berhubungan melalui lorong bawah tanah sepanjang 500 meter. South Square dekat Lianhuachi Park dan North Square satu kilometer jauhnya dari China Millennium Monument. Pintu masuk dan kantor tiket utama terletak di North Square. Penumpang yang masuk ke stasiun dari South Square harus berjalan melalui lorong bawah tanah yang mengarah ke North Square dan kemudian masuk ke West Station. Ada dua pintu keluar di Lower Level 2: North Exit 1 adalah di timur, North Exit 2 adalah di barat. Kantor klaim bagasi terletak di Gedung Barat North Square dan bagasi check-in counter di Sayap Timur North Square. Juga ada banyak stasiun bus di kedua area ini. Pemerintah China memiliki rencana untuk menghubungkan Beijing Railway Station dengan Beijing West Railway Station ini.
Beijing West Railway Station Map, Beijing, China


Beijing West Railway Station adalah stasiun besar dengan arus penumpang besar setiap hari. Jika kereta Anda berangkat dari stasiun ini, saya sarankan Anda berada di sini setidaknya 2 jam menjelang waktu keberangkatan. Kami pun segera masuk ke dalam Beijing West Railway Station ini melalui North Square. Antrian pemeriksaan tiket cukup panjang dan tetap tertib. Syukurnya kami sudah memiliki tiket, sehingga kami tidak perlu antri lagi menukarkan voucer online menjadi tiket kereta. 

Memang sebelum keberangkatan ke China ini kami sudah membeli tiket kereta untuk menuju ke Golden Triangle China yaitu, dari Beijing ke Xian dan dari Xian ke Shanghai. Kami memutuskan menggunakan kereta untuk mencapai kota-kota tersebut. Untuk pembelian tiket kereta ini kami beli secara online dari Medan via Travel China Guide (http://www.travelchinaguide.com/). Tiket kereta ini kami beli pada tanggal 24 Maret 2016 setelah semua visa kami berhasil keluar. Tiket kereta ini kami beli dengan tujuan Beijing ke Xian (Kereta Z19) dan Xian ke Shanghai (Kereta Z94).
Rute kereta Kami untuk menuju ke Golden Triangle China yaitu, dari Beijing ke Xian dan dari Xian ke Shanghai



Dari Beijing West Railway Station kami mengambil Overnight Hard Sleeper Train ke Xian Railway Station (With Train Z19). Kami memesan tiket kereta Z19 untuk perjalanan kami dari Beijing West ke Xian yang berjarak 1.200 km untuk tanggal 04 Mei 2016 yang ditempuh dalam waktu 11 jam 34 menit tanpa ada berhenti di jalan. Kereta Z19 ini berangkat pada tanggal 04 Mei 2016 jam 20:41 dari Beijing West Railway Station dan tiba di Xian Railway Station pada tanggal 05 Mei 2016 jam 08:15 pagi berikutnya. Harga Sebuah tiket kereta Z19 CNY 272.5 (US$ 43)  per adult dan untuk anak-anak harga dikenakan 75 % dari harga dewasa, yaitu CNY 204.5 (US$ 32) per child dan buat baby gratis. Biaya ini belum ditambahkan dengan service fee sebesar CNY 40 (US$ 7) per ticket. Karena kami membeli banyak tiket (untuk 10 orang), maka kami mendapat sedikit potongan harga dan tiket dihantar secara gratis ke Spring Time Hostel tempat kami menginap. 

Saran saya pada saat membeli tiket secara online tersebut, mintalah tolong sama Travel China Guide untuk di cek in kan langsung lalu di antar ke penginapan. Keuntungannya karena kami perginya ramai, maka kami bisa dapat 1 gerbong dengan no. bed yang terletak saling berdampingan semuanya. Selain itu kami juga terhindar dari antrian yang sangat-sangat ramai untuk penukaran voucer online menjadi tiket kereta bila kita hanya memiliki nomor booking confirmation.  Untuk sekedar info, kalau kita hanya memiliki nomor booking confirmation, maka kita akan sangat repot untuk melakukan penukaran nomor tersebut menjadi sebuah tiket kereta. Bayangkan saja, begitu sampai di Beijing West Railway Station kita harus menukarkan nomor booking confirmation dari email setelah pemesanan online menjadi tiket di stasiun kereta api. Karena setelah kita memesan tiket online, kita akan mendapatkan email konfirmasi pemesanan meliputi nomor kereta, keberangkatan / waktu kedatangan dan stasiun, nomor kursi, kelas dan yang paling penting nomor pickup. Namun, Anda tidak dapat menggunakan konfirmasi pemesanan ini untuk naik kereta. Anda masih perlu mengambil kertas tiket di sebuah stasiun kereta api dimana saja dengan dilengkapi passport dan nomor konfirmasi pemesanan. Hanya kertas tiket yang berlaku untuk boarding kereta, sedangkan voucer online tidak berlaku, sehingga kita wajib menukarkan voucer online tersebut menjadi sebuah tiket

Sebagian stasiun kereta api China seringkali sangat sibuk dan penuh penumpang. Jika anda hanya memiliki nomor booking confirmation, saya akan menyarankan Anda melakukan penukaran tiket kereta api sesegera mungkin di stasiun terdekat atau memungkinkan banyak waktu untuk penukaran tiket, mungkin setidaknya satu hari sebelumnya. Jika Anda harus melakukan penukaran tiket Anda pada saat hari keberangkatan, saya sarankan Anda sampai ke stasiun kereta api 2 sampai 3 jam lebih awal, karena mungkin ada antrian panjang di tempat penukaran tiket. Karena jika Anda masih menunggu sampai tepat sebelum waktu keberangkatan Anda, Anda akan mengalami resiko tertinggal kereta Anda.

Dalam peak seasons seperti Spring Festival (biasanya pada bulan Januari atau Februari), Summer Holiday (Juli-Agustus), Hari liburan Nasional dan akhir pekan, akan ada lebih banyak orang di stasiun dan akan ada antrian panjang untuk menunggu penukaran tiket. Yang terbaik untuk penukaran tiket Anda sedini mungkin selama peak seasons. 

Kalau Anda hanya masih memiliki voucer online maka Anda dapat melakukan penukaran semua tiket yang sudah di pesan di setiap stasiun kereta api di China daratan. Artinya, jika Anda telah memesan tiket kereta api yang berangkat dari stasiun kereta api yang berbeda, Anda dapat melakukan penukaran semua tiket pada satu waktu dalam satu stasiun kereta api. Namun, jika Anda melakukan penukaran tiket dari tempat lain selain kota tempat keberangkat, Anda akan dikenakan biaya oleh stasiun kereta api CNY 5 per tiket sebagai biaya layanan.

Misalnya, Anda memesan dua tiket seperti kami : Satu dari Beijing West Railway Station ke Xian Railway Station (Train Z19), yang satu lagi dari Xian Railway Station ke Shanghai Railway Station (Train Z94). Anda dapat mengumpulkan kedua tiket tersebut di Beijing West Railway Station karena terletak di pusat kota dan mudah untuk mendapatkannya. Tetapi tiket untuk Xian Railway Station ke Shanghai Railway Station, Anda harus membayar CNY 5 sebagai biaya layanan karena Anda melakukan penukaran tiket di Beijing sedangkan berangkat anda dari Xian 
Tiket kereta Z19 untuk perjalanan Kami dari Beijing West ke Xian


Jika Anda tidak bisa membaca tulisan China, sebelum berangkat saya sarankan untuk mempelajari panduan sederhana di bawah ini yang akan sangat membantu Anda membaca tiket kereta api China. Sangat menakutkan jika anda tidak dapat menemukan tempat duduk ataupun bed anda di kereta China yang begitu panjang. Tidak lucukan habis waktu hanya untuk mencari-cari gerbong dan tempat duduk / bed yang harus sesuai dengan tiket. Atau anda malah salah masuk gerbong yang ujung-ujungnya bisa kena usir sama petugas. Khe ... Khe ... Khe ...
Petunjuk membaca tiket kereta api China



Setelah kami berhasil melalui gate pemeriksaan tiket, maka untuk masuk ke ruang tunggu, penumpang diperiksa badan dan tasnya dengan X Ray seperti masuk bandara. Setelah semuanya dinyatakan aman, maka saat itu kami sudah bisa masuk ke terminal building dari Beijing West Railway Station. Ruangan ini berupa aula besar yang dilengkapi dengan sign board untuk jadwal kereta. Di sign board itu jelas terpampang nyata nomor kereta, jam keberangkatan dan nomor platform kereta. Semua informasi keretanya tersedia secara digital dan cukup jelas tertulis dalam dua bahas, yaitu tulisan mandarin (Pinyin) dan bahasa Inggris. Saat kami berada di aula Beijing West Railway Station, waktu masih menunjukkan jam 19.15, sehingga kami masih memiliki banyak waktu. 
Beijing West Railway Station, Beijing, China...  We can see big sign board for the train schedule



Ada 13 kamar waiting room di lantai dua Beijing West Railway Station ini. Kamar waiting room no. 2 terutama untuk penyandang cacat, dengan area khusus untuk ibu dan anak. Kamar waiting room no. 4 dan 5 khusus bagi penumpang pemegang tiket kereta bullet. Di sign board yang besar segede gaban itu, kereta Z19 yang akan kami naiki berada di platform 7. Segera kami menuju ke waiting room, dan ternyata oh ternyata waiting room ini sudah penuh dengan penumpang lainnya. Padahal jadwal keberangkatan masih satu setengah jam lagi. Semua penumpang sudah duduk manis menunggu panggilan masuk ke dalam kereta. 
Keramaian saat menunggu di waiting room, Beijing West Railway Station, Beijing, China


Ratusan  penumpang memenuhi kursi di ruang tunggu, meski ini bukan waktu liburan sekolah dan bukan pula hari akhir pekan. Karena ramainya penumpang, kita harus berbagi kursi, bahkan sampai ada juga yang tidak kebagian kursi. Karena masih ada waktu saya jalan-jalan melihat keadaan sekitar stasiun. 
Di waiting room, Beijing West Railway Station, Beijing, China



Hasil jalan-jalan cantik di seputaran stasiun, saya menemukan bahwa Aula tempat menunggu di Beijing West Railway Station ini dilengkapi dengan toko buku, restoran, snack stands, air minum panas dan toilet. Saat menunggu keberangkatan ini kami masih bisa menyempatkan juga untuk berbelanja snack buat bekal didalam kereta dan tidak lupa kami juga menyeduh mie instan yang kami bawa dengan air panas yang tersedia secara gratis di dalam aula ini. 
Aula Beijing West Railway Station, Beijing, China... Tampak dibelakang jejeran toko yang lengkap dengan dagangannya


30 menit menjelang keberangkatan terdengar panggilan bahwa seluruh penumpang harus masuk ke platform 7 tempat kereta Z19 berada. Berbagai titik cek berada di ruang tunggu ini. Terdapat 4 pintu untuk masuk ke platform 7 di ruang tunggu ini. Penumpang harus menemukan titik cek yang benar untuk tiket yang dimiliki. Ada dua macam tiket kereta api di China : tiket kertas merah muda dan tiket biru magnetik. Tiket biru dapat diperiksa di mesin tiket otomatis, sedangkan yang merah muda diperiksa secara manual. Berhubung kertas tiket kami berwarna merah muda, maka kami pun ikut antrian di pintu no. 4 tempat yang sesuai dengan tiket yang kami miliki. Kami masuk melalui pintu no. 4 lalu segera turun ke lantai 1 untuk menuju ke platform 7. 
All Team in front of train Z19, Beijing West Railway Station, Beijing, China... We are ready to go to Xian


Ketika hendak naik kereta, baik penumpang tua dan muda, baik laki-laki maupun perempuan harus berhati-hati dari langkah kaki mereka, karena fasilitas untuk menuju ke platform 7 ini hanya melalui anak tangga, tidak ada eskalator ataupun lift. Untuk masalah mengangkut koper melewati anak tangga yang curam dan terjal ini kita tidak perlu takut, karena banyak terdapat kuli panggul. Baik kuli panggul pria maupun wanita siap untuk membantu mengangkatkan koper kita yang super duper gede. Tapi tawar menawar harga dulu ya sebelum di panggul sama mereka. Sistemnya borongan, bukan per buah koper. Koper hanya akan diantar sampai kedepan pintu masuk kereta. Saat itu kami semua mendapat gerbong nomor 16 (Carriage : 16). Segera kami antri teratur untuk pemeriksaan tiket terakhir kali sebelum masuk kedalam gerbong. 
Kami siap masuk ke Carriage : 16 train Z19, Beijing West Railway Station, Beijing, China



Naik Overnight Hard Sleeper Train / Train Z19
Pertama masuk gerbong kereta Z19 ini akan terasa AC-nya dingin dan bersih. Overnight Hard Sleeper Train ini direkomendasikan untuk perjalanan jarak jauh dan perjalanan malam. Terdapat 6 tempat tidur di kompartemen semi-terbuka (2 orang di bawah, 2 orang di tengah dan 2 orang di atas). Setiap tempat tidur sudah dilengkapi dengan Set Sprei, bantal lengkap dengan sarungnya dan selimut. Didalam kamar ini terdapat juga sebuah meja kecil. Di setiap kompartemen terdapat jendela besar, sehingga kita bisa melihat pemandangan dan mengamati penumpang lain yang dandanannya seru-seru… Khe... Khe... Khe...
Kamar di Overnight Hard Sleeper Train (train Z19) 
Sumber : Travel China Guide



Kebetulan, kereta yang kami naiki terdiri dari 20 gerbong dengan kapasitas penumpang maksimal bisa mencapai 1.275 orang. Saat itu kami berada di gerbong nomor 16 (Carriage : 16) dan kami mendapat Seat: 017 Lower; 017 Middle; 017 Upper; 018 Lower; 018 Middle; 018 Upper; 019 Lower; 019 Middle; 020 Lower; 020 Middle. Barang bawaan penumpang, termasuk koper diletakkan di bawah tempat tidurSebab, ruang di bawah tempat tidur memang cukup lebar. Sedangkan tas yang ukurannya lebih kecil bisa diletakkan di bagian atas
Kamar di Overnight Hard Sleeper Train (train Z19) 


Jug kijag kijug kijag kijug, Kereta berangkat... Jug kijag kijug kijag kijug, Hatiku gembira... Akhirnya kereta Z19 ini berangkat, tepat waktu dan tidak molor sedikit pun. Meskipun kereta Z19 berjalan dengan kecepatan 150 km/jam, saya tidak merasakan goncangan berarti saat berjalan di atas kereta api. Laju kereta tidak terasa terlalu goyang, sehingga kereta terkesan tenang.

Karena sebelum berangkat saya sudah mempelajari kondisi kereta, maka diperlukan beberapa kebutuhan yang memang perlu dipersiapan sendiri sebelum naik Overnight Hard Sleeper Train (train Z19). Disarankan untuk para penumpang mempersiapkan :

Toiletries
Tidak ada perlengkapan mandi tersedia di kereta api. Oleh karena itu kita harus membawa sikat gigi dan pasta gigi sendiri. Bawa juga handuk dan kain lap sendiri, karena tidak ada yang dapat digunakan untuk mandi atau mengeringkan tangan Anda di kereta api. Kamar mandi bersama dan toilet ada di setiap gerbong. Keadaan toilet di setiap gerbong dapat kita temukan ada toilet khusus untuk pengguna kursi roda alias penyandang disabilitas. Untuk penumpang biasa ada toilet duduk dan jongkok. Selain toilet ada juga wastafel untuk tempat cuci tangan dan menggosok gigi yang lengkap dengan cermin yang super besar. 

Sandal 
Sandal sangat penting untuk mengambil Overnight Train, terutama ketika Anda membeli Upper / top sleeper. Meskipun Anda membeli lower sleeper, memakai sandal jauh lebih nyaman untuk perjalanan panjang dalam kereta. Tersedia rak untuk meletakan sandal pada tiap-tiap bagian Lower; Middle; Upper bed. 

Pakaian
Pakailah jaket atau sebuah kardigan ringan lengan panjang, serta gunakan juga kaos kaki. Karean semua kompartemen kereta api di China dilengkapi dengan AC. Kadang-kadang bisa terlalu dingin di saat musim panas, karena pendingin udara bekerja terlalu kuat. Bila jaket atau kardigan belum dipakai, bisa anda gantung terlebih dahulu, karena tersedia gantungan baju di setiap bed.

Sarung Bantal
Sarung bantal di kereta selalu didesinfeksi setelah setiap penggunaan. Dalam hal sarung bantalnya tidak sebaik yang Anda harapkan, Anda dapat membawanya sendiri.

Sleeping Mask
Cahaya lampu hanya dapat matikan oleh staf kereta api setelah jam 21:30 atau 22:00. Jika Anda ingin pergi ke tempat tidur sebelum waktu itu, ada bagusnya untuk memiliki Sleeping Mask.

Tissues 
Kebanyakan toilet di kereta api tidak menyediakannya. Sediakan juga Tissues  basah dan pembersih tangan, air tidak tersedia di dalam toilet kereta api.


Charger

Jangan lupa untuk membaawa Charger, karena disetiap kamar terdapat colokan listrik untuk charging baterai telepon seluler dan laptop. Di sepanjangan lorong juga terdapat kursi lipat dan meja. Kursi lipat dan meja ini digunakan untuk tempat makan dan minum. Ditempat ini juga tersedia colokan listrik. Jadi sambil makan cantik, HP tetap bisa tercharger sambil aktif di Social Media.

Makanan ringan dan botol air minum
Meskipun ada staf dengan gerobak menjual minuman, makanan ringan dan buah segar, namun makanan dan makanan ringannya kurang dalam variasi dan harganya lumayan mahal. Staf penjual makanan dan minuman laksana pramugari pesawat hilir mudik menawakan makanannya. Disarankan Anda membeli apa yang Anda suka untuk makan dan minum sebelum Anda naik kereta api, seperti kerupuk, buah dan kacang-kacangan, cokelat, teh, kopi dan mie instan. Hanya ada air panas yang tersedia di kereta api. Di pintu masuk tiap gerbong terdapat tempat untuk mengambil air panas tersebut. Air panas selalu tersedia di setiap gerbong kereta dan saya lihat air panas tidak pernah habis meskipun diambil terus airnya oleh penumpang satu gerbong selama 11 jam 34 menit untuk minum dan membuat mie instan. Rupanya isi air panas bukan dari galon tapi dari saluran air panas yang mengalir terus ke tempat pengambilan air panas yang seperti keran air bentuknya. Disetiap kamar disediakan sebuah termos air panas yang lengkap dengan nampan. Jadi kita tinggal mengisi termos tersebut dengan air panas dan tidak perlu mondar-mandir mengambil air panas kesumbernya. Anda dapat menggunakan air panas tersebut untuk membuat secangkir teh atau semangkuk mie instan. Berkat adanya air panas ini, saya melihat banyak penumpang yang membawa mie instan ukuran jumbo daripada membeli makanan di kereta api buat bekal makan selama perjalanan. 
Sumber air panas di kereta Z19

Didalam kereta ini, terdapat satu yang sangat istimewa, yaitu meskipun waktu sudah tengah malam, tetapi petugas kebersihan sampah para wanita separuh baya dengan sigap selalu lalu lalang membersihkan sampah. Sehingga kereta api selalu terjaga kebersihannya. 

Terakhir satu pesan yang sangat penting ingin saya sampaikan, saat naik Overnight Hard Sleeper Train dan ketika hendak tidur kita harus selalu tetap waspada, karena kereta ini merupakan kereta dengan kompartemen semi-terbuka. Sehingga setiap saat orang bisa saja mondar mandir keluar masuk gerbong. Jadi barang-barang berharga harap disimpan sebaik mungkin ya.  
Saatnya Bobok Ayun di kereta Z19




Iya tanpa terasa perjalanan di Beijing hari ini benar-benar akan berakhir. Dan kami siap memulai petualangan baru di Xian. Sekarang saatnya kami semua Bobok Ayun untuk beristirahat, sampai ketemu di Xian dengan cerita seru kami lainnya.







2 komentar:

  1. Assalam,

    Hari ke 6 dan seterusnya please.

    Regards,
    Izad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikum salam ... Hai Izad ketemu lagi... Tq uda singgah kembali. Mohon maaf Izad, penulisan hari ke hari berikutnya masih on proses.

      Hapus