Senin, 22 Agustus 2016

China Hari Keempat (Tuesday/Selasa, 03 May 2016) : Beijing (Deshengmen Arrow Tower, Badaling Bear Garden, Badaling Great Wall, Niujie Mosque, Muslim Food Culinary at Niujie Street, Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest, Beijing National Aquatics Center / Water Cube)



By Aidil espeogeh 
The Next Destination...
Family Vacation Lets Goooooooo to China.


Badaling Great Wall, Beijing, China
03 Mei 2016



Tidak terasa, hari ini kami telah memasuki hari keempat dan hari ketiga buat abang saya melakukan Traveling Mandiri kedaratan China. Tatkala pagi menjelang hari ini, saya melihat cuaca pagi yang sangat-sangat cerah dari balik jendela kamar Spring Time Hostel tempat kami menginap. Kami semua sangat bersemangat, sebab hari ini kami akan berjalan menuju ke luar kota Beijing untuk melihat sebuah maha karya yang sangat luar biasa, sangat terkenal dan telah menjadi icon penting Nagara China yang telah mendunia. Ya benar sekali, kami akan berkunjung ke salah satu Section dari Beijing Great Wall. Beijing Great Wall ini merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh setiap wisatawan yang datang ke daratan China. Jadilah kami uda siap-siap sejak jam 07.00 pagi dari hostel untuk menuju perjalanan panjang hari ini. 
Spring Time Hostel, Beijing, China, 03 Mei 2016... Kami siap berkelana  


Meskipun dari jam 07.00 pagi kami semua sudah berberes dan berkemas, tetapi baru jam 09.00 pagi kami semua turun ke Lobby Spring Time Hostel. Sekarang saatnya kami berangkat meninggalkan penginapan untuk memulai perjalanan hari ini. Kami berjalan kaki menuju ke Dongsi Subway Station. Dari Spring Time Hostel tempat kami menginap, Dongsi Subway Station ini sangatlah dekat. Begitu keluar dari penginapan, arahkan langkah ke sisi kiri hostel, maka kita akan langsung melihat pintu masuk Dongsi Subway Station. Pada sisi kanan, kita akan jumpai Dongsi Subway Station Exit D-Line 5 dan pada sisi kiri, kita akan jumpai Dongsi Subway Station Exit G-Line 6. Kami memilih masuk melalui Dongsi Station - Exit D Line 5. Kami pun masuk melewati gate untuk menuju ke platform stasiun kereta bawah tanah. 
Disalah satu Subway Station, Beijing, China 



Rencana perjalanan hari ini kami menggunakan kombinasi Subway dan bus. Kami berencana akan mengunjungi Deshengmen Arrow Tower, Badaling Bear Garden, Badaling Great Wall, Niujie Mosque, Muslim Food Culinary at Niujie Street, Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube. Rute kami secara garis besar adalah dari Dongsi Station Line 5 akan menuju ke Yonghegong Lama Temple Station Line 5 lalu berpindah ke Yonghegong Lama Temple Station Line 2 untuk menuju ke Jishuitan Station Line 2 sebagai stasiun kereta bawah tanah (subway) terdekat menuju ke Deshengmen Arrow Tower dan Deshengmen Bus Station. Kami akan mengeksplor Deshengmen Arrow Tower, lalu dari Deshengmen Bus Station yang berada tepat di bawah Deshengmen Arrow Tower, kami akan mengambil bus 877 untuk sampai ke Badaling dan akan mengeksplore Badaling Bear Garden dan Badaling Great Wall. Lalu kami pulang kembali dengan bus 877 menuju ke Deshengmen Bus Station dan kembali menuju ke Jishuitan Station Line 2. Langkah kami berikutnya dari Jishuitan Station Line 2 kami akan menuju ke Changchun Jie Station Line 2 lalu lanjut naik bus nomor 10 untuk sampai ke Niujie Mosque untuk sholat dan menikmati Muslim Food Culinary at Niujie Street. Kemudian kami jalan kembali dengan bus nomor 10 menuju ke Changchun Jie Station Line 2. Lalu dari Changchun Jie Station Line 2 kami menuju ke Guloudajie Station Line 2, lalu berpindah ke Guloudajie Station Line 8 (Olympic Special Line) dan turun di Olympic Sports Center Station Line 8 untuk kemudian akan mengeksplore Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube. Setelah selesai semuanya kami eksplore, maka dari Olympic Sports Center Station Line 8 kami menuju ke Nanluoguxiang Station Line 8, lalu berpindah ke Nanluoguxiang Station Line 6 untuk menuju ke Dongsi Station Line 6 dan keluar di Exit G dimana Spring Time Hostel tempat kami menginap berada disisi kanan dari stasiun.
Beijing Subway Map


Sesampainya kami di platform Dongsi Subway Station Line 5, maka untuk menuju ke Deshengmen Arrow Tower dan Deshengmen Bus Station, kami memilih subway ke arah Tiantongyuan North, lalu nanti akan pindah dan berganti kereta. Naik Subway di Beijing cukup nyaman. Semua gerbongnya dilengkapi dengan AC dan pemanas udara untuk musim dingin. Selain itu, meskipun jalur Subwaynya cukup banyak, tetapi semua petunjuk jelas tertulis dalam dua bahasa yaitu bahasa China dan bahasa Inggris. Jadi tidak usah takut tidak bisa membaca petunjuk selama perjalanan menggunakan Subway. 


Deshengmen Arrow Tower
Deshengmen Arrow Tower, Beijing, China


Untuk mencapai Deshengmen Arrow Tower dari Dongsi Station Line 5 kami menuju ke Yonghegong Lama Temple Station Line 5 lalu berpindah ke Yonghegong Lama Temple Station Line 2 untuk menuju ke Jishuitan Station Line 2. Sampai di Jishuitan station, maka keluar dari Exit A (northeast). Saat ini jalan raya berada disisi kiri kita, lalu putar badan balik arah 180 derajat hingga jalan raya berada disisi kanan kita sekarang. Berjalanlah terus ke arah timur sepanjang Deshengmen West Street untuk sekitar 450 meter dan akan tampak menara Deshengmen Arrow Tower
Deshengmen Arrow Tower, Beijing, China



Deshengmen adalah nama dari sebuah gerbang kota yang dulunya adalah bagian dari Beijing's northern city wall. Ini adalah salah satu dari beberapa gerbang kota Beijing yang dilestarikan dan sekarang berdiri sebagai landmark di northern 2nd Ring Road. Kompleks gerbang asli ini dibangun pada 1437, yang terdiri dari tiga struktur yaitu  gatehouse, archery tower dan barbican. Gatehouse (pos jaga) sudah dihancurkan pada tahun 1921, dan tembok kota juga sudah diruntuhkan pada tahun 1969. Hari ini hanya archery tower (menara memanah) dan barbican yang selamat dari kehancuran. 
Deshengmen Arrow Tower, Beijing, China


Deshengmen Arrow Tower adalah salah satu dari tiga menara panah yang dilestarikan di pusat kota Beijing, yang dibangun pada Dinasti Ming dan Qing. Ini mencakup 4.000 meter persegi. Menara panah dikenal sebagai "Gerbang Militer" yang berarti "gerbang menuju kemenangan." Meskipun Menara Panah ini tidak berfungsi seperti yang terjadi di masa lalu, tetapi itu memberikan informasi yang berguna pada gaya arsitektur masa itu. Deshengmen terletak di bagian barat kota dalam dinding utara. Namanya diubah dari Yuan Khanbaliq "Jiandemen" untuk "Deshengmen" selama dinasti Ming awal, yang memiliki makna tersirat bahwa Ming memenangkan perang melawan Yuan Mongol dengan etika dan moral yang kuat. Menara gerbang ini memiliki panjang 31,5 meter dan dengan lebar 16,8 meter, dengan ketinggian 36 meter. Sedangkan barbicannya memiliki panjang 70 meter dan dengan lebar 118 meter. Skalanya yang besar ini diantara sembilan gerbang kota dalam (inner city gates) menjadikannya kedua terbesar setelah Zhengyangmen yang telah kami kunjungi kemarin. 
Deshengmen Arrow Tower, Beijing, China


Sebenarnya perjalanan kami hari ini bukan hanya untuk sampai ke Deshengmen Arrow Tower saja, tetapi juga sekaligus menuju ke Deshengmen Bus Station untuk mengambil bus menuju ke Beijing Great Wall melalui Badaling. Karena bus menuju ke Badaling ini tersedia di Deshengmen Bus Station. Jika Anda berpikir untuk menggunakan transportasi bus umum Beijing untuk sampai ke Badaling Great Wall, Bus No. 877 is the best choice. Bus 877 berangkat mulai dari Deshengmen Bus Station yang terletak di alun-alun utara dibawah Deshengmen Arrow Tower (德胜们箭楼) di pertengahan jalan dari northern second ring road. Disarankan menaiki Bus 877 dipagi hari untuk ke Badaling Great Wall agar terhindari dari antrian mengular orang-orang di Great Wall.
Naik Bus 877 dari Deshengmen Bus Station ke Badaling Great Wall



Sebenarnya beberapa bus dapat membawa Anda ke Deshengmen Bus Station. Tetapi sistem bus di Beijing bisa menjadi sesuatu yang membingungkan bahkan untuk Beijingers lokal. Saya anjurkan untuk mengambil Subway Line 2 untuk mencapai Deshengmen Bus Station ini. Stasiun kereta bawah tanah (subway) yang paling dekat dengan Deshengmen Bus Station adalah Jishuitan station dari loop Subway Line 2. Karena pada saat Anda turun di Jishuitan station, keluar dari Exit A, lalu berjalan sepanjang sideway dalam arah timur sekitar 450 meter, segera Anda akan melihat sebuah menara tinggi Deshengmen Arrow Tower. Kemudian Anda belok kiri dan berjalan menuju alun-alun utara Deshengmen Arrow Tower. Deshengmen Bus Station berada tepat di bawah menara Deshengmen Arrow Tower ini. Deshengmen Arrow Tower terletak sebagai pusat bundaran.

Jadi, Anda harus menyeberang jalan untuk mencapai stasiun bus, Deshengmen Bus Station. Anda harus berhati-hati menyeberang jalan, karena jalan ini tidak memiliki lampu lalu lintas pada saat saya writing ini tulisan. Setelah menyeberang jalan, Anda akan sampai ke Deshengmen Bus Station dibawah menara Deshengmen Arrow Tower. By the way, pada saat tadi Anda berjalan kaki 450 meter dari stasiun subway Jishuitan station ke Deshengmen Arrow Tower, Anda akan melewati sisi samping dari Deshengmenxi Bus Station (ingat ya, berbeda dari Deshengmen Bus Station) dan Anda harus mengabaikannya !!!!!!!!. Saat ini jalan raya ada di sisi kanan kita sedangkan Deshengmenxi Bus Station berada disisi kiri kita. 

Anda juga akan terganggu oleh beberapa bus milik pribadi atau mini bus yang dioperasikan dengan nama dan mengklaim bahwa bus mereka adalah official Badaling-bound buses, abaikan saja semua bus tersebut. Terus jalan hingga menemukan pertigaan besar Deshengmen Arrow Tower. Kami sangat menyarankan Anda mengambil bus resmi dalam Deshengmen Bus Station untuk keselamatan dan reasonable price, karena bus 877 yang sebenarnya mangkal disini. Jangan heran jika Anda menemukan antrian di depan bus 877 bisa menjadi sangat panjang, terutama pada akhir pekan atau hari libur nasional. 
Naik Bus 877 dari Deshengmen Bus Station ke Badaling Great Wall



Berikut ini adalah jadwal Bus 877 yang terletak dibawah sisi utara menara Deshengmen Arrow Tower yang siap untuk pergi ke Badaling. Bus 877 adalah non-stop bus dari Deshengmen ke Badaling. 

Bus No. 877, Bus Fare: CNY 12)
To: Deshengmen (德胜门)- Badaling (八达岭)
Operating Hours:
06:00-12:00 (Apr.1-Oct.31)
06:00-12:30 (Nov.1-Mar.31)

Return: Badaling (八达岭)- Deshengmen (德胜门)
10:30-17:00 (Apr.1-Oct.31)
11:00-16:30 (Nov.1-Mar.31)

Di Deshengmen Bus Station, ada juga beberapa jalur bus lain yang juga berguna untuk menuju ke Badaling seperti bus 919 dan bus 880. Semua bus ini juga berhenti di Badaling Great Wall dalam perjalanannya, tetapi bukan non-stop bus, sehingga akan lebih lama sampainya di Badaling
Beberapa bus yang berbeda dari Deshengmen Bus Station



Dibandingkan dengan kota lain, transportasi bus kota di Beijing sangatlah crowded. Bahkan sistem transit bus di Beijing ini dikenal sebagai yang paling sibuk di dunia. Pada tahun 2011, tercatat sebanyak 20 ribu bus melayani total 700 rute di kota Beijing. Area yang dicakup oleh bus kota ini pun tidak hanya di dalam kota, melainkan juga daerah pinggiran seperti Badaling ataupun Mutianyu. Sehingga cukup memudahkan bagi para traveler yang ingin pergi menyaksikan keindahan Tembok Besar di kedua tempat itu. 

Untuk transportasi di daratan, ratusan bus ini telah tersedia ke berbagai jurusan kota, termasuk menuju kota-kota lain di China. Bus tersebut hanya diperbolehkan berhenti atau beristirahat 10 menit di terminal setiap distrik yang ada. Selanjutnya akan berjalan kembali sesuai rutenya dan berhenti di halte yang telah ditentukan. Bus No 877 yang kami naiki ini merupakan non-stop bus, sehingga perjalanan dari Deshengmen ke Badaling sama sekali tidak ada singgah berhenti. Bus 877 ini akan berhenti langsung di dekat sliding race (Pulley) di Badaling. Waktu tempuh dari Deshengmen ke Badaling pun hanya 1 jam saja. 
Naik Bus 877 dari Deshengmen Bus Station ke Badaling Great Wall



Berikut ini saya berikan beberapa tips praktis untuk naik bus dari Deshengmen Bus Station ke Badaling Great Wall :
a. Bus No 877 (non-stop) tiba dekat pulley station dan Bear Garden di depan bukit (Front Hill of Badaling). Hanya dibutuhkan beberapa langkah saja berjalan kaki  dari stasiun bus ke ticket office.

b. Bus 919 dan 880 berhenti di dekat cable car station di belakang gunung (Rear Hill of Badaling). Dibutuhkan sekitar 10 menit untuk berjalan kaki dari stasiun bus ke ticket office. 

c. Terdapat fasilitas walkable antara pintu masuk di bukit depan dan belakang, selama sekitar setengah jam.

d. Disekitar daerah Deshengmen Bus Station (dari stasiun subway Jishuitan station ke Deshengmen Arrow Tower), banyak pemilik bus yang menawarkan untuk membawa pengunjung ke Badaling. Beberapa pemilik bus swasta bahkan mengklaim bahwa bus mereka nomor 919, 880 atau 877 dengan menempatkan tanda '919', '880' atau '877' di jendela bus. Abaikan mereka tanpa ragu-ragu, karena ini bus swasta tentu biaya akan lebih mahal, akan mengambil lebih banyak waktu dan kurang aman daripada bus resmi di Deshengmen Bus Station. Kami menyarankan pengunjung mengambil Bus resmi No 877, 919 dan 880 ke spot yang indah di bawah Deshengmen Arrow Tower yaitu di Deshengmen Bus Station, agar lebih aman, lebih cepat dan terjangkau. Bus resmi parkir hanya di bawah menara Deshengmen Arrow Tower dan harganya hanya CNY12 (CNY4.8 dengan Transportasi Smart Card).

e. Jika itu adalah bus resmi, biasanya ada banyak orang antri di satu garis panjang atau bahkan dua garis panjang untuk menunggu bus berikutnya, tidak ada yang mencoba untuk meyakinkan Anda untuk mendapatkan bus tersebut, dibandingkan dengan pemilik bus swasta yang akan berbasa-basi untuk membujuk Anda untuk mendapatkan bus. Bus resmi berwarna putih hijau dan selalu dilengkapi dengan card reader, penumpang dapat membayar dengan uang tunai atau kartu transportasi.
Panorama indah pegunungan (Foto dari dalam bus 877 dari Deshengmen ke Badaling) 


Selama perjalanan 1 jam dari Deshengmen ke Badaling, kita akan disajikan panorama indah dari pegunungan dan sungai-sungai. Sungguh pemandangan alam yang indah, didaerah pegunungan ini terdapat gunung yang tinggi dan besar yang tersusun berjejer dengan langit biru yang cerah. Dikaki gunungnya terdapat sungai yang mengalir, airnya jernih dan segar. 
Panorama indah pegunungan dan sungai (Foto dari dalam bus 877 dari Deshengmen ke Badaling) 



1 jam perjalanan pun tidak terasa, akhirnya kami sampai juga di Badaling. Ketika bus 877 tiba di depan bukit Badaling, kami segera turun dan berjalan kaki ke ticket office yang penuh dengan antrian para wisatawan. Untuk menuju ticket office ini dari stasiun bus 877 cukuplah dekat, kita hanya perlu berjalan beberapa langkah saja.  
Tampak stasiun bus 877 (bus warna hijau) dengan ticket office Badaling Great Wall


Bergegas kami juga ikut antri untuk membeli tiket masuk Badaling Great Wall. Antrian untuk membeli tiket ini cukup panjang, tapi tidak memakan waktu, karena banyak staf di luar yang siap membantu untuk menghitungkan harga tiket yang mesti kita beli sehingga sampai depan ticket office kita sudah siap dengan sejumlah uang untuk membayar dan ticket officenya sendiri tersedia cukup banyak.
Tampak stasiun bus 877 (bus warna hijau) dengan ticket office Badaling Great Wall


Untuk masuk Badaling Great Wall ini kami membeli paket tiket masuk sekaligus transportasi sliding race (Pulley) untuk naik ke Badaling Great Wall. Harga tiket masuk Badaling Great Wall untuk dewasa CNY 40 per orang dan untuk anak-anak CNY 20 per orang, sedangkan harga tiket untuk naik Pulley Pergi Pulang CNY 100 per orang. Dengan jam buka Badaling Great Wall mulai dari jam 06.30-19.00. 
Tiket masuk Badaling Great Wall + Sliding Race (Pulley) 


Beres urusan membeli tiket, kami jalan menuju masuk ke Badaling Great Wall. Sebelum masuk ke Badaling Great Wall kita akan menyusuri jalanan yang penuh dengan pertokoan dan restoranSebagian besar restoran di dekat tembok besar Badaling Great Wall berkualitas rendah dan harga tinggi, tapi ada KFC dekat Great Wall Museum, di mana makanan mungkin sesuai selera dan harga terjangkau.
Tampak jejeran toko dan restoran dijalan menuju ke puncak Badaling Great Wall


Dari stasiun bus 877 untuk menuju ke puncak Badaling Great Wall ikuti saja posting tanda dan Anda akan menemukan pintu masuk ke Badaling Great Wall. Anda bisa memanjat sendiri atau naik sliding race (Pulley) atau mengambil cable car untuk sampai ke puncak Badaling Great Wall
Posting tanda menuju ke puncak Badaling Great Wall



Bila kita berjalan lurus dari stasiun bus 877 menuju ke Sliding Car Station maka pintu gerbang untuk memanjat sendiri ke Badaling Great Wall itu berada di sisi kiri kita dan kami sempat singgah sebentar ke area ini untuk sekedar belanja makanan ringan untuk di bawa ke puncak Badaling Great Wall.  
Gerbang masuk untuk memanjat sendiri (Walk up) the Badaling Great Wall


Jalanan untuk memanjat sendiri Badaling Great Wall ini di kanan kirinya dipenuhi dengan pedagang kaki lima yang menjajakan makanan hingga souvenir. Jalanan untuk mendakinya sendiri sudah dibuat senyaman mungkin. Bagi yang hobby hiking dan trekking, mungkin mencapai puncak Badaling Great Wall bisa menjadi alternatif pilihan menggunakan jalur pendakian ini. 
Suasana gerbang masuk untuk memanjat sendiri (Walk up) the Badaling Great Wall 


Selesai berbelanja di jalur pendakian tersebut, kami bergegas keluar kembali untuk menuju ke Sliding Car Station. Ikuti saja tanda yang bertuliskan Sliding Car Station. Saat menuju ke Sliding Car Station ini, maka Anda akan mulai jalan mendaki.  Untuk dapat mengeksplore hampir semua tempat, saya rekomendasikan waktu untuk mengunjungi Badaling Great Wall ini adalah 3 jam. 
Gerbang masuk untuk ke Sliding Car Station Badaling Great Wall


Sebelum sampai di Sliding Car Station, maka kita terlebih dahulu akan melalui Badaling Bear Garden. Disini kita bisa menyaksikan ratusan beruang.


Badaling Bear Garden
Badaling Bear Garden, Beijing, China


Badaling Bear Garden ini terletak tepat di pintu lalulintas keluar masuk dari Sliding Car Station untuk menuju ke Badaling Great Wall. Untuk ke Badaling Bear Garden ini sudah termasuk dalam biaya masuk ke Badaling Great Wall. Di Badaling Bear Garden kita bisa menemukan lebih dari 300 beruang hitam dan coklat yang tinggal di kandang terbuka. 
Lucunya beruang di Badaling Bear Garden, Beijing, China


Melihat beruang-beruang ini tidak terduga akan begitu dekat sekali dengan kita. Jika kandang binatang biasanya tertutup membuat Anda sedih melewatkannya, tetapi di Badaling Bear Garden semua beruang memiliki kandang terbuka. Semua beruang ini tampak dirawat dan saya bisa pastikan bahwa beruang disini cukup mendapat makanan. Daerah kandangnya bersih dan tidak berbau.
Bersiap memberi makan beruang di Badaling Bear Garden, Beijing, China


Pengunjung dapat memberi makan beruang ini dengan buah dan sayuran. Buah dan sayuran tersedia didalam Badaling Bear Garden dengan biaya CNY 3 per satu piring. Jangan menyentuh mereka jika Anda tidak ingin dimakan beruang. Saya sarankan untuk tidak menggoda beruang terlalu banyak, karena tampaknya bisa saja beruang ini membuat lompatan untuk keluar dari kandangnya ? Maybe...
Badaling Bear Garden, Beijing, China



Setelah selesai kunjungan ke Badaling Bear Garden, Anda akan terus berjalan mendaki di jalan utama dan terus pergi ke arah selatan sekitar 500 m untuk sampai ke Sliding Car Station untuk menuju ke puncak Badaling Great Wall. Disepanjang jalan ini kita bisa menemukan puluhan toko yang menjual berbagai jajanan tradisional China. Dan saat ini kami menyempatkan untuk membeli jajanan buah segar dingin. Jadi meskipun jalan menuju ke Sliding Car Station ini mendaki, tetapi karena disisi kiri kita banyak toko yang menjual berbagai dagangan, maka perjalanan mendaki ini tidak akan terasa lelah, karena kita bisa singgah sambil melihat-lihat. 
Belanja buah segar diperjalanan dari Badaling Bear Garden menuju ke Sliding Car Station



Sebenarnya ada tiga cara untuk memasuki Badaling Great Wall ini. Cara yang paling hemat adalah dengan berjalan kaki, tapi saya jamin bisa gempor, Khe ... Khe ... Khe ... Tetapi jika pengunjung tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi untuk memanjat tembok Badaling Great Wall, maka kita dapat sampai ke puncak Badaling Great Wall dengan Cable car atau dengan Sliding Car (Pulley). Dari banyaknya pilihan untuk naik ke puncak Badaling Great Wall, kami memilih menggunakan Sliding Car (Pulley). Sliding Car (Pulley) ini merupakan Slow Roller Coaster. Jadi jangan bayangkan Anda naik Roller Coaster dengan kecepatan super ya. 
Jalan menuju ke Sliding Car Station, Badaling Great Wall, Beijing, China


Jalan menuju ke Sliding Car Station ini sudah dilengkapi dengan jalur antri yang tertata rapi, sehingga meskipun pengunjung ramai tetapi antrian tetap tertib dan teratur. Untuk membeli tiket Pulleynya sendiri bisa kita beli di ticket office Pulley yang terletak di parkiran di depan gunung, yang dekat dengan stasiun Bus No 877 yang bisa kita beli sekaligus bersamaan dengan saat membeli tiket masuk ke Badaling Great Wall. Naik Pulley biayanya CNY 80 untuk perjalanan single trip dan CNY 100 untuk perjalanan round trip. Pintu masuk Pulley terletak dekat Badaling Bear Garden. Naik Pulley hanya akan menghabiskan lima menit untuk membawa Anda sampai ke No. 4 North Tower. Naik Pulley lebih exciting daripada naik Cable car. Tetapi naik Pulley kita harus berhati-hati, karena Pulley tidak tertutup.
Naik Sliding Car (Pulley) menuju ke No. 4 North Tower Badaling Great Wall, Beijing, China


Tetapi bila Anda juga mau mencoba naik Cable car, maka Stasiun Cable car itu berada di bawah dinding yang terletak di belakang bukit, di mana stasiun Bus No 919 dan 880 berada. Perjalanan single trip dengan Cable car biayanya CNY 80 dan perjalanan round trip dengan Cable car biayanya CNY 100. Cable car akan mengantarkan penumpang sampai ke No. 8 North Tower (The highest point of the Badaling Great Wall). Naik Cable car kondisinya stabil dan terkunci. Tetapi Cable car tidak akan beroperasional bila cuaca kurang baik, misalnya saja saat angin kencang. 
Naik Sliding Car (Pulley) menuju ke No. 4 North Tower Badaling Great Wall, Beijing, China



Saat naik Pulley ini posisi kita juga seakan mendaki dengan badan cenderung condong kebelakang dan Pulley ini akan memasuki terowongan yang dilengkapi dengan pencahayaan lampu warna warni yang menambah semakin menariknya kunjungan mendaki Badaling Great Wall. Naik Pulley, bisa diisi dengan 1 dewasa dan 1 anak usia di bawah 12 tahun untuk 1 Pulleynya. Disini hanya saya dengan si kakak dan istri dengan si baby yang berkongsi naik Pulley, karena si kakak takut naik sendiri, sedangkan sisanya semua anak-anak naik sendiri-sendiri 1 Pulley. Lima menit benar-benar tidak terasa, bahkan anak-anak merasa kurang lama untuk bisa menaiki Pulley ini. Akhirnya kami pun sampai juga di Badaling Great Wall tepatnya di North Fourth Tower. 



Badaling Great Wall
Badaling Great Wall, North Fourth Tower, Beijing, China


The Great Wall is a must for a China tour, You should visit it at least once in your life, begitulah slogan yang sering saya baca saat searching di internet sebelum berangkat ke Beijing Great Wall ini. The Great Wall sendiri adalah simbol dari peradaban China, landmark of China’s landscapes, sebuah keajaiban yang dibuat oleh orang-orang China dan harus melihatnya bagi wisatawan di seluruh dunia apabila berkunjung ke China. Sebenarnya menuju ke Beijing Great Wall ini bisa dari beberapa Section, yaitu melalui : Badaling, Huanghuacheng, Mutianyu, Gubeikou, Jinshanling, Simatai, Huangyaguan Pass, Juyongguan Pass, Arrow Nock (Jiankou), Water Pass (Shuiguan). Tetapi cara ke Beijing Great Wall yang paling terkenal adalah melaui Section : 
1. Badaling (perjalanan 1 jam dari kota Beijing
2. Mutianyu (perjalanan 2.5 jam dari kota Beijing
Beberapa Section Beijing Great Wall



Kami memutuskan menuju ke Beijing Great Wall melalui Badaling, kenapa ??? karena di antara berbagai bagian (Section), Badaling yang paling representatif dan pasti patut dikunjungi, "Badaling is a must for a Great Wall tour". Badaling Great Wall di Beijing adalah yang terbaik dilestarikan dan paling lengkap bagian-bagiannya di antara berbagai Section, maka paling populer, bahkan di antara para pemimpin dunia sudah pernah berkunjung ke sini, sehingga Anda harus pernah mengunjungi setidaknya sekali dalam hidup Anda. Alasan lain yang paling reasonable kenapa kami memilih Badaling Great Wall adalah karena Badaling Great Wall ini sangat dekat dengan pusat kota Beijing, sekitar 43 mil (70 kilometer) jauhnya, dan mudah dijangkau dengan transportasi umum. Selain itu karena bagian Badaling Great Wall ini juga telah dilengkapi dengan Cable car dan pulley untuk menghemat energi, dan bahkan memiliki beberapa fasilitas untuk memudahkan senior dan orang cacat.
Badaling Great Wall, North Fourth Tower, Beijing, China



Setelah kami sampai di Sliding Car Station di No. 4 North Tower Badaling Great Wall, kita tinggal mengikuti petunjuk arah untuk sampai ke puncaknya. Badaling Great wall adalah salah satu bagian yang paling cantik dan megah dari Beijing Great Wall. Badaling Great Wall ini terpelihara dengan baik sejak dari Dinasti Ming yang masih lengkap dengan penampilan aslinya hingga sekarang. Situs pemandangan Badaling Great Wall ini dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian utara dan bagian selatan yang dimulai dari Badaling Pass dan Gate. Kebanyakan orang lebih memilih untuk mendaki bagian utara di mana menara tertinggi berada dilokasi ini. Dengan Sliding Car (Pulley) dan Cable car juga tersedia di bagian utara ini, jadi begitu banyak orang bisa memanjat tembok bagian utara ini. 
Badaling Great Wall Map



Bagian utara ini memiliki dua belas menara pengawas. Berjalan di sepanjang sisi utara ini menawarkan pemandangan yang lebih cantik dan megah, tetapi membutuhkan lebih banyak energi untuk mendakinya. Perlu diketahui bahwa No. 8 North Tower merupakan titik tertinggi di bagian utara ini, yang akan menawarkan pemandangan indah seluas mata memandang. Jalan melalui No. 9 North Tower ke No. 12 North Tower tidak mudah, jadi sebaiknya berpikir dulu sebelum mulai mendakinya. Tetapi bila tetap nekat dan penasaran ingin mencobanya, apabila telah mencapai menara terjauh, No. 12 North Tower, tidak perlu untuk kembali ke jalur pada saat tadi Anda datang, ada cara yang lebih mudah untuk sampai ke pintu keluar menuju ke Badaling Bear Garden. Hal ini biasanya memakan waktu sekitar 3 jam untuk menyelesaikan kunjungan ini dengan berjalan kaki. Tapi setelah turun melalui cara yang nyaman, tiket lain akan diperlukan jika Anda ingin mendaki dan mengeksplore bagian selatan. Antara No. 6 North Tower dan pintu keluar, tersedia juga jalan yang mudah untuk turun. 


Sedangkan untuk bagian selatan memiliki tujuh menara pengawas, dengan lereng yang tidak begitu curam dan hanya memerlukan sedikit energi untuk mendakinya. Dibandingkan dengan bagian utara, ada lebih sedikit pengunjung di bagian selatan ini, sehingga Anda dapat menikmatinya dengan lebih santai. Hanya Cable car saja yang tersedia di bagian selatan ini, tidak ada Sliding Car (Pulley)Cable car berjalan antara bagian belakang gunung dan sampai ke No. 4 South Tower. Tarif tiket Cable car ini CNY 80 untuk perjalanan single trip dan CNY 100 untuk perjalanan round tripSetelah tiba di menara terjauh No. 7 South Tower, Anda harus kembali ke No. 3 South Tower untuk menuju jalan keluar. Kunjungan ini memakan waktu sekitar 2 jam dengan berjalan kaki. Jika pengunjung ingin mengunjungi bagian utara, mereka dapat kembali ke titik awal dan kemudian terus ke bagian utara, dalam hal ini, tidak ada tiket tambahan akan diperlukan.
Badaling Great Wall, North Fourth Tower, Beijing, China



Berkunjung ke Great Wall ini lebih dari sekedar berkunjung ke monumen bersejarah, tetapi kita dapat menyaksikan bahwa Great Wall ini merupakan simbol tirani kerajaan yang berkuasa, praktek kerja paksa, kegeniusan sang arsitek, serta hasrat manusia untuk membangun sesuatu yang bersifat abadi dengan tujuan utamanya adalah untuk melindungi kekaisaran China dari serangan berbagai pihak yang hendak menyerbu dataran China pada masa itu.
Badaling Great Wall, Beijing, China


Menurut saya Badaling Great Wall  merupakan  section yang harus Anda lihat untuk pertama kali jika Anda berkunjung ke China. Tetapi jika Anda kebetulan mengunjungi Badaling Great Wall pada hari libur besar dengan aliran besar dan ramai wisatawan, maka Mutianyu adalah alternatif yang baik. Meskipun tidak semegah seperti Badaling, tetapi Mutianyu juga merupakan bagian top visited section.
Badaling Great Wall, Beijing, China



Sebagian besar bagian dari Badaling Great Wall ini dibangun dan diperkuat selama Dinasti Ming (1368 - 1644 AD) untuk mempertahankan Beijing terhadap serangan dari Mongolia utara. Total panjang dari Badaling Great Wall ini adalah 7,5 mil (12 kilometer) dengan 43 menara pengawas, namun hanya 2,3 mil (3,74 kilometer) dan 19 menara pengawas telah dipulihkan dan dibuka untuk pengunjung. 
Badaling Great Wall, Beijing, China


Pada bagian Badaling Great Wall ini rata-rata dinding memiliki tinggi sekitar 7,8 meter dengan lebar 6 meter, yang akan memungkinkan lima kuda berpacu atau sepuluh tentara berbaris sejajar. Badaling Great Wall ini dibangun dari batu besar dengan dinding ditanam dalam ke bumi dan batu-batu kecil untuk membuatnya kuat dan solid. Bangunan kokoh ini menandai puncak kekuasaan dan tirani dinasti-dinasti China kuno, sekaligus menunjukan kehebatan dan kemampuan teknis mereka.  
Badaling Great Wall, Beijing, China


Saat sekarang ini Badaling Great Wall jika dibandingkan dengan bagian Beijing Great Wall lainnya, sebagian besar tangga di Badaling Great Wall ini tidak terlalu curam dan sudah dilengkapi dengan pegangan tangan, sehingga merupakan pendakian yang relatif lebih mudah, dan Papa Mama saya dengan aman berhasil sampai di puncak Badaling Great Wall
Badaling Great Wall, Beijing, China



Sebenarnya berapa panjang keseluruhan Great Wall ini ? Salah satu sumber menyebutkan panjangnya mencapai 21.196 km ! Sebagai perbandingan saja, bila lapangan sepak bola sepanjang 120 meter, berarti Great Wall memiliki panjang sebesar 175.000 kali dari panjang lapangan sepak bola. Dan bila dibandingkan dengan panjang negara Amerika Serikat yang “hanya” 4.500 km, maka Great Wall ini memiliki panjang 6 kali dari panjang negara tersebut. Wow… luar biasa ya ! Dengan panjangnya yang sangat panjang ini, maka untuk menjaga keamanan didirikanlah beberapa menara pengawas yang jumlahnya juga tidak sedikit di setiap sectionnya. 
Menara pengawas Badaling Great Wall, Beijing, China


Di puncak Badaling Great Wall sendiri, kita dapat menemukan beberapa menara pengawas. Menara pengawas ini dilengkapi dengan sejumlah lubang di dinding yang dibuat untuk menembak panah dan mengamati musuh. Selain itu menara pengawas ini dibangun dan digunakan untuk menampung tentara, mengirim pesan dan menyimpan perlengkapan. Menara pengawas ini juga memiliki tembok yang bergerigi yang saat sekarang ini tembok bergerigi ini telah dilengkapi dengan Closed Circuit Television (CCTV).
Menara pengawas Badaling Great Wall, Beijing, China


Menara pengawas Badaling Great Wall, Beijing, China


Saat kami ke Badaling Great Wall, pengunjung yang datang cukup banyak namun masih tetap cukup nyaman untuk berjalan di atas tembok Badaling Great Wall ini. Kami terus berjalan menaiki anak tangga yang sangat banyak itu. Napas mulai terengah-engah dan kakipun mulai terasa pegal, tapi kami tetap semangat untuk menaklukan Badaling Great Wall ini. Badaling Great Wall ini telah menarik puluhan jutaan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. Ramainya wisatawan yang berkunjung ke Badaling Great Wall dapat kita jumpai setiap hari, tidak hanya di Weekend, tetapi di hari kerja biasapun pengunjung yang datang ke Badaling Great Wall ini cukup ramai. 
Badaling Great Wall, Beijing, China



Untuk sekedar info, bahwa lebih dari 370 pemimpin asing dan selebriti telah mengunjungi Badaling Great Wall ini, termasuk mantan presiden AS Nixon, Reagan, Carter, dan Gorge W Bush, Ratu Elizabeth II dari Inggris, dan mantan presiden Afrika Selatan Mandela. Dan kami sangat senang bisa menjadi salah satu orang yang bisa menyaksikan secara langsung kemegahan Badaling Great Wall ini. 
Kemegahan Badaling Great Wall, Beijing, China


Kami menikmati perjalanan naik menuju tembok Badaling Great Wall ini. Beruntung saat itu cuaca sangat cerah, sehingga pemandangan indah jelas terlihat. Luar biasa indahnya ciptaan Allah ini dan kami sangat bersyukur bisa melihatnya secara langsung. Kita bisa menikmati pemandangan alam dan seluruh tembok yang berjalan berlekuk-lekuk mengikuti kontur tanah pegunungan tanpa sedikit pun putus dari ketinggian puncak Badaling Great Wall.
Badaling Great Wall, Beijing, China


Untuk menikmati pendakian ini, maka jangan lupa saat berkunjung ke Badaling Great Wall pilihlah pakaian untuk berjalan yang tepat dan berpakaianlah sesuai cuaca saat berkunjung. Pakaian yang di pakai memungkinkan untuk kenyamanan dan kontrol terhadap suhu. Pada saat kami berkunjung ini angin cukup kencang, karena kita berada di ketinggian dan terkena paparan angin. Sehingga kami merasa jauh lebih dingin di atas tembok ini dari pada saat dibawah lembah pada saat datang pertama kali tadi. Pilih juga alas kaki yang nyaman dengan grip yang baik untuk mendukung perjalanan mendaki Anda. Jangan lupa membawa kamera, membawa makanan ringan dan air yang cukup jika Anda ingin berjalan di sebagian panjang dinding Badaling Great Wall ini.
Badaling Great Wall, Beijing, China




Oh ya, diatas tembok Badaling Great Wall ini juga tersedia beberapa toko yang menjual makanan ringan dan souvenir. Berhubung hari mulai siang dan perut terasa lapar. Sebuah cafe mungil nan sejuk menjadi tempat kami beristirahat sambil melepas lelah dan mengisi perut seadanya. Meskipun anginnya berhembus cukup kencang dan dingin, tetapi disini anak-anak malah sempat belanja ice cream dan kami juga membeli beberapa souvenir sebagai kenang-kenangan. Salah satunya adalah souvenir yang menyatakan bahwa kita pernah berada dan mendaki Great Wall. Diatas souvenir ini langsung di cetak nama dan tanggal keberadaan kita saat berada di Great Wall. Menurut saya, souvenir ini sangat indah karena terbuat dari bahan besi yang di lapisi kuningan dengan tulisan timbul kepermukaan dan bakalan bertahan seumur hidup. Jadi saat mendaki Great Wall, jangan lupa untuk membuat kenang-kenangan ini ya.  
Souvenir bukti kita pernah mendaki Badaling Great Wall, Beijing, China

Hasil belanja souvenir di puncak Badaling Great Wall, Beijing, China



Rasanya belum puas menikmati keindahan di atas Badaling Great Wall ini, namun tidak terasa kami sudah hampir 3 jam berada disini. Akhirnya, satu lagi tempat indah telah berhasil kami kunjungi. Memang tak salah jika The Great Wall disebut sebagai sebuah maha karya. Siapapun yang datang ke Beijing wajib berkunjung ke tempat ini.  
Badaling Great Wall, Beijing, China


Senang rasanya kami bisa berada di Great Wall yang merupakan simbol patriotisme China yang sangat terkenal yang telah menghiasi mata uang serta lencana polisinya. Setelah puas mengeksplore Badaling Great Wall ini, lalu kami memutuskan untuk jalan turun kembali menuju ke stasiun Bus No 877. Kami kembali naik Sliding Car (Pulley), yang akan membawa kami turun dari No. 4 North Tower Badaling Great Wall. Sama seperti saat naik Sliding Car (Pulley) di Sliding Car Station dekat dengan Badaling Bear Garden, antrian untuk naik Sliding Car (Pulley) di Sliding Car Station di No. 4 North Tower Badaling Great Wall ini juga cukup tertib dan teratur. Meskipun pengunjung ramai, tetapi semua pengunjung saat akan naik Sliding Car (Pulley) diatur oleh staf yang siap siaga. 
Antri saat akan naik Sliding Car (Pulley) di Sliding Car Station di No. 4 North Tower Badaling Great Wall


Turun dengan menggunakan Sliding Car (Pulley) dari puncak Badaling Great Wall ini menawarkan banyak pandangan. Ini merupakan pengalaman yang cukup seru dan juga cukup menantang. Kita bisa menikmati indahnya perbukitan di Badaling Great Wall sambil duduk manis di atas Sliding Car (Pulley), lalu Sliding Car (Pulley) pun akan berjalan dengan kecepatan rendah menuju ke Sliding Car Station dekat dengan Badaling Bear Garden
Bersiap naik Sliding Car (Pulley) di Sliding Car Station di No. 4 North Tower Badaling Great Wall


Saat perjalanan turun dengan Sliding Car (Pulley) ini kita akan di sajikan pemandangan dan perjalanan yang berbeda dari pada saat naik tadi. Dimana saat naik tadi kita akan melalui terowongan yang dilengkapi dengan lampu warna warni, maka saat turun ini kita akan melalui alam terbuka. Tetapi jangan khawatir, saat melalui alam terbuka ini pengendara akan tetap terlindung dari matahari dan hujan, karena sebagian besar jalur turun Sliding Car (Pulley) ini dilindungi dengan kanopi plastik biru muda.
Naik Sliding Car (Pulley) dari No. 4 North Tower Badaling Great Wall menuju ke Sliding Car Station yang dekat dengan Badaling Bear Garden
  


Perjalanan turun lima menit dari Sliding Car Station di No. 4 North Tower Badaling Great Wall menuju Sliding Car Station yang dekat dengan Badaling Bear Garden ini pun tidak terasa, dan kami pun akhirnya akan segera menutup kunjungan kami di Badaling Great Wall iniSegera kami berjalan menuju ke stasiun Bus No 877 yang terletak bersebelahan dengan ticket office Badaling Great Wall. Saat sampai di stasiun Bus No 877 ini tampak antrian para turis sudah mengular panjang. Tapi tenang, cukup banyak Bus No 877 yang tersedia di parkiran stasiun ini, sehingga antrian pun tidak akan memakan waktu yang lama.  
Antri di stasiun bus 877, Badaling Great Wall, Beijing, China


Kami naik bus 877 kembali dari 
Badaling Great Wall menuju Deshengmen Bus Station. Alhamdulilah kami tiba di Deshengmen Bus Station yang berada tepat di bawah menara Deshengmen Arrow Tower sekitar jam 15.00. Bus 877 ini berhenti tidak di tempat waktu berangkat tadi pagi, tetapi di luar stasiun. Saat itu posisi jalan raya, Deshengmen Bus Station dan Deshengmen Arrow Tower berada disisi kiri kita sedangkan Deshengmenxi Bus Station berada disisi kanan kita. Kita tinggal berjalan lurus disepanjang Deshengmenxi Bus Station untuk menuju ke stasiun subway Jishuitan Station Line 2. Dari Jishuitan Station ini kami melanjutkan perjalanan dengan kombinasi subway dan bus untuk menuju Niujie Mosque. 


Niujie Mosque
Niujie Mosque, Beijing, China


Salah satu tempat wajib kunjung bagi muslim ke Beijing adalah mengunjungi Niujie Mosque. Untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah. Jadi bagi Traveling Mandiri Kami tidak ada alasan untuk tidak singgah dan sholat di Niujie Mosque ini. Tujuan utama kami ke Niujie Mosque ini adalah untuk sholat yang kemudian akan dilanjutkan untuk menikmati Muslim Food Culinary at Niujie Street.  

Cara kami untuk sampai ke Niujie Mosque dari Jishuitan Station Line 2 adalah kami mengambil Subway menuju ke Changchun Jie Station Line 2, lalu keluar dari Exit A. Kita akan menemukan simpang empat, lalu putarkan badan 90 derajat kearah kiri dan menyebranglah di lampu merah untuk mengambil jalan ke arah kiri kurang lebih 50 meter. Kita akan menemukan 1 buah halte bus yaitu halte bus Chang Chun Jie Lu Kou Bei di sisi kanan kita. Ambil bus no. 10 dari halte bus Chang Chun Jie Lu Kou Bei ini untuk 4 stop, lalu turun di halte bus Niu Jie Li Bai Si. Maka Niujie Mosque berada di sisi kiri kita. Sebrangi jalan dari tempat halte bus Niu Jie Li Bai Si, lalu berjalan ke arah kiri, maka kita akan langsung melihat Niujie Mosque disebelah kanan kita. 
Niujie Mosque, How to get there ?


Gerbang masuk ke Niujie Mosque ini cukup mudah untuk dikenali. Gerbang masuknya ditandai dengan gerbang kayu (Wood Archway) dan sebuah menara tinggi yaitu Moon Observation Tower yang terletak tepat berada disamping gerbang masuk. Gerbang masuknya sendiri digawangi dengan dinding besar dan tinggi dengan alas marmer putih yang membentang sekitar 40 meter. Di dekat pintu masuk ada semacam pos tempat kita membeli tiket dan juga berdonasi. Bagi muslim untuk masuk ke Niujie Mosque ini adalah gratiiisss, sedangkan bagi non muslim untuk masuk ke Niujie Mosque ini harus merogo kocek untuk membeli tiket seharga CNY 10. Penjaga Mesjid akan memberikan brosur informasi soal Niujie Mosque yang selama ini bukan hanya dikunjungi turis Muslim, melainkan juga turis lainya dari berbagai agama.

Setelah melewati pos dan pintu masuk, pengunjung dihadapkan langsung dengan Moon Observation Tower, yaitu sebuah bangunan heksagonal, struktur bertingkat dua, yang memiliki tinggi lebih dari 10 meter dan ditempatkan dengan atap khas bangunan China. Menara ini dinamakan demikian karena digunakan oleh imam untuk mengamati posisi bulan dalam menentukan waktu untuk berpuasa. 
Wood Archway dan Moon Observation Tower, Niujie Mosque, Beijing, China


Setelah melalui Moon Observation Tower, kami melangkahkan kaki ke arah kanan. Berjalan di sepanjang jalan di samping menara tersebut, pengunjung akhirnya akan melalui bagian samping bangunan yang paling penting di area ini, yaitu ruang sholat (Worship Hall). Menyusuri sisi samping dari bangunan utama Worship Hall ini, maka pada bagian luar temboknya kita akan menemukan denah lokasi dari Niujie Mosque. Niujie Mosque ini adalah mesjid tertua dan terbesar yang ada di Beijing. Merupakan One Of The Famous Mosques In The World. Masjid paling bersejarah dan paling megah di Beijing ini terletak tepat di Ox Street (Niujie dalam bahasa China) yang terletak di Xuanwu District. 
Plan Map of Niujie Mosque, Beijing, China


Niujie Mosque sendiri dibangun pertama kali pada tahun 996 saat China dipimpin Dinasti Liao (916-1125). Kemudian Mesjid yang dibangun menggunakan arsitektur tradisional China itu dibangun kembali pada tahun 1443 saat China dipimpin Dinasti Ming lantaran kelompok Genghis Khan pada 1215 masuk ke China dan menghancurkan Mesjid tersebut. Dua ratus tahun kemudian atau tepatnya tahun 1696, Mesjid diperluas di bawah Dinasti Qing. Jadi Niujie Mosque telah memiliki sejarah lebih dari seribu tahun dan telah disambut oleh umat Islam dari seluruh dunia untuk beribadah ditempat ini. 

Nama Niujie sendiri sebenarnya baru diberikan pada era Dinasti Qing lantaran di jalan dekat Mesjid tersebut banyak sekali toko daging sapi sehingga jalan itu pun diberi nama Jalan Niujie (Niu berarti sapi dan Jie berarti jalan). Masjid pun yang awalnya bernama Mesjid Li Bai Si, sejak abad ke-17 berganti nama menjadi Niujie. Nama ini bertahan sampai sekarang ini.

Niujie Mosque ini mencakup area seluas lebih dari 6.000 meter persegi dengan struktural berdasarkan istana kayu tradisional China, belum mengadopsi dekorasi khas Arab. Dibagian luar sebelum kita memasuki Worship Hall, bila kita menghadap ke arah timur, maka kita akan menemukan 3 buah bangunan, yaitu pada sisi kanan adalah South Stele Pavilion, dibagian tengah Minaret Niujie Mosque, dan pada sisi kiri adalah North Stele Pavilion. 
The South Stele Pavilion + Minaret Niujie Mosque + The North Stele Pavilion, Niujie Mosque, Beijing, China 

Minaret, Niujie Mosque, Beijing, China 


Saat berkunjung ke Niujie Mosque, di lingkungan dalam maupun di luar Niujie Mosque ini kita dapat menemukan semua petunjuk arah dan sejarah dari tiap-tiap bangunan. Semua petunjuk ini ditulis dalam dua bahasa yaitu menggunakan bahasa Inggris yang dipadankan dengan bahasa Mandarin sehingga bahasa pun tidak menjadi kendala untuk kita mengenal lebih dalam Niujie Mosque.
Semua petunjuk di Niujie Mosque ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Mandarin


Tidak seperti kuil Budha yang dibangun menghadap ke selatan, Niujie Mosque ini dibangun mengarah ke Mekkah, tanah suci umat Islam, di barat. Tata letaknya simetris dan kompak. Sekarang saatnya kami akan menuju masuk ke bangunan yang cukup besar yaitu Worship Hall yang merupakan ruang sholat khusus buat pria dan juga menuju ke Women's Hall yang merupakan ruang sholat khusus buat wanita. Memang untuk ruang sholat pria dan wanita di Niujie Mosque ini di buat dalam dua bangunan terpisah. 
Worship Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Worship Hall dan Women's Hall ini adalah tempat yang hanya terbuka untuk umat Islam. Karena di dalam ruangan Worship Hall dan Women's Hall kaum muslimin akan melakukan kegiatan ibadah untuk sholat lima waktu. Bagi Anda yang non muslim, bila hendak berkunjung ke Niujie Mosque, Anda tidak di berikan izin masuk jika Anda mengenakan celana pendek atau rok pendek. Beberapa lokasi dan Hall di dalam Niujie Mosque ada juga yang tidak terbuka untuk umum. 
Worship Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Worship Hall atau ruang sholat pria ini terletak lebih dekat ke pintu gerbang masuk utama, sedangkan Women's Hall atau ruang sholat khusus buat wanita berada disisi utara yang letaknya sedikit tersembunyi dan tertutup dari pandangan orang-orang. Niujie Mosque ini punya nilai sejarah tinggi, karena Mesjid terbesar di Beijing ini menjadi titik awal masuknya Islam di daratan China. Dari sini kemudian para ulama dari Persia dan kawasan Timur Tengah lainnya menyebarkan Islam ke wilayah lainnya di China seperti ke Xian.
Women's Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Sebelum masuk ke Worship Hall dan Women's Hall kami masuk ke ruang tempat wudhu. Baik Worship Hall maupun Women's Hall memiliki tempat wudhu sendiri-sendiri. Tempat wudhu pria terletak disisi selatan sedangkan untuk tempat wudhu wanita terletak tepat disebelah ruang sholatnya wanita. Karena lokasi ruang sholat ini terpisah, maka kami yang pria segera masuk ke tempat wudhu pria sedangkan yang wanita masih harus berjalan sedikit lebih ke utara lagi untuk sampai ke bangunan utama ruang sholatnya. Tempat wudhu (Ablution Chamber) untuk pria di Niujie Mosque ini usianya sudah cukup tua. Ini jelas tertulis di depan pintu masuknya. Tempat wudhu ini dibangun sejak 1921. Bukan hanya untuk berwudhu sebelum sholat, tetapi tempat ini juga menyediakan kamar mandi untuk bersih-bersih. Oleh, Ma Weiqing seorang muslim yang terkenal saat itu, tempat ini disebut sebagai "Dilu" yang berarti tempat ini untuk membersihkan, tidak hanya tubuh tapi juga jiwa. Karena setelah bersih berwudhu kita akan langsung menghadap Allah sang pencipta untuk sholat. 
Men's Bathroom, Niujie Mosque, Beijing, China


Selesai berwudhu kami segera masuk ke Worship Hall dan Women's Hall. Bangunan utama di Niujie Mosque ini sendiri adalah Grand Hall yang terdiri dari Cave Hall (Mihrab), Worship Hall dan Attached Hall. Cave Hall (Mihrab) di bangun pada masa Dinasti Liao dan mengalami perluasan pada masa Dinasti Ming dan Qing dengan total panjang menjadi 39 meter. Worship Hall sendiri merupakan bangunan yang memiliki luas 760 meter persegi yang memiliki kapasitas untuk menampung beberapa ribu jamaah sholat didalamnya.  
Worship Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Pertama kali kita masuk ke dalam Worship Hall, kita akan melihat pintu gerbang kayu ala-ala China dengan tulisan yang tergantung diatasnya pun dengan aksara China. Sama sekali belum terlihat suasana sebuah Mesjid. Tetapi begitu kita masuk melewati pintu tersebut maka kita akan melihat gerbang melengkung dalam bangunan ini yang dihiasi dengan tulisan dari Al-Quran yang sangat jarang terlihat ada di China. Di dalam ruangan ini juga kita bisa menemukan beberapa tiang penompang bangunan yang dihiasi dengan berbagai lukisan bunga dan beberapa ayat Al-Quran. Bangunan dan tiang-tiang didalamnya didominasi dengan warna merah dan kuning emas. Semua dasar kayu dan tiang yang menompang bangunan di beri warna merah menyala, lalu warna kuning emas memberi indah pada semua tulisan ayat Al-Quran dan lukisan bunga yang di gambar di atas dasar warna merah tersebut.
Worship Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Plafon atapnya sendiri dibentuk seperti model Plafon minimalis modern jaman sekarang ini, tetapi ini bukan baru di buat ya, karena sebenarnya ruangan ini telah ada sejak tahun 996. Plafon berbahan kayu berbentuk unik kotak-kotak ini juga dihiasi lukisan berpola geometris dan flora dengan kombinasi warna biru, hijau dan merah yang cantik. Lantai untuk kita sholat di alasi dengan permadani tebal nan lembut berwarna hijau, yang bakalan membuat kita betah berlama-lama berada di dalam Niujie Mosque ini. Model bangunan, warna tiang dan plafon seperti ini juga ternyata dapat kita temukan di Women's Hall yang kebetulan juga sempat di dokumentasikan sama kakak ipar saya. 
Women's Hall, Niujie Mosque, Beijing, China

Women's Hall, Niujie Mosque, Beijing, China



Menurut saya Niujie Mosque ini merupakan sebuah Mesjid bersejarah dengan bangunan bagian luar terdiri dari arsitektur China, tetapi bagian dalam bangunan tampak khas di dominasi arsitektur Arab. Jadi dekorasi Niujie Mosque ini sendiri merupakan klasik arsitektur Arab dan arsitektur China. Mihrab, Minbar dan peninggalan berharga lainnya milik Niujie Mosque ini bisa kita jumpai lengkap di dalam Mesjid. 
Worship Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Campuran arsitektur dan tradisi China-Arab membuat Niujie Mosque ini sangat menarik. Satu lagi yang menjadi perhatian saya, meskipun semua sisi bangunan kayu Niujie Mosque ini di hiasi dengan dekorasi, tetapi kita tidak akan menemukan sosok manusia atau hewan di antara dekorasinya seperti kebanyakan dekorasi bangunan China pada umumnya, karena dekorasi seperti itu dianggap terlarang di dalam ajaran agama Islam. 
Worship Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Saat selesai sholat kami sempat bertemu dengan salah seorang iman Mesjid yang mengurus dan menjaga Niujie Mosque ini. Kami sempat ngobrol-ngobrol sebentar sambil beliau menjelaskan beberapa hal kebiasaan dan budaya muslim di China khususnya Beijing. Tidak terasa kunjungan ke Niujie Mosque akan berakhir, dan segera kami berberes dan berkumpul kembali dengan istri yang juga telah selesai mengerjakan ibadah sholat dari Women's Hall
Worship Hall, Niujie Mosque, Beijing, China


Niujie Mosque ini menawarkan pengunjung tidak hanya kesempatan untuk mengagumi bangunan yang benar-benar unik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan tentang Islam dalam sejarah budaya China. Jadi kunjungan ke Niujie Mosque ini tentu harus menjadi prioritas dalam Beijing's itinerary Anda, karena Niujie Mosque merupakan tempat yang penting bagi umat Islam di Beijing. Bagi pencinta wisata sejarah dan budaya, Niujie Mosque ini wajib dikunjungi karena bangunan tersebut menjadi tempat pertama Islam masuk ke China Daratan.
Niujie Mosque, Beijing, China


Setelah selesai sholat segera kami jalan keluar untuk menuju ke gerbang masuk utama tadi. Kali ini langkah kaki kami adalah untuk mencari makan malam. Sekarang saatnya kami akan menikmati wisata kuliner dengan jaminan 100 persen HALAL di sepanjang Niujie Street, Xuanwu District. Jadi kalau jalan ke Niujie Street ini selain kita bisa beribadah, kita juga dapat menikmati kebudayaan Muslim yang ada di Beijing, China.



Muslim Food Culinary at Niujie Street
Restoran Muslim, Niujie Street, Beijing, China


Untuk menuju ke area Muslim Food di Niujie Street cukup mudah. Kami mulai berjalan dari Niujie Mosque, keluar gerbang Mesjid lalu berbelok kearah kanan untuk menuju kearah halte bus Niu Jie. Saat ini Niujie Mosque berada di sisi kanan kita dan jalan besar Niujie Street berada di sisi kiri kita. Jalan kurang lebih 100 meter, maka kita akan sampai di simpang empat. Sebrangi simpang tersebut, maka kita telah sampai di area Niujie Street dengan puluhan toko dan restoran disisi kanan kita yang menempelkan label HALAL di setiap sudut gerainya. 

Di sisi kanan kita ini sebenarnya kita sudah banyak menemukan restoran Muslim. Tetapi kami memilih untuk mengambil restoran Muslim yang ada di sisi kiri jalan Niujie Street. Jadilah setelah menyebrangi simpang empat tadi, putar badan 90 derajat kearah kiri, lalu menyebrang di zebra cross Niujie Street sampai tepat kearah sebuah bangunan elementary school, lalu jalan ke arah kanan sekitar 10 meter, sehingga saat ini jalan besar Niujie Street berada di sisi kanan kita dan deretan restoran Muslim lainnya ada di sisi kiri kita. Pintu masuk ke restoran Muslim yang kami pilih ini berada tepat dibawah bangunan elementary school. 
Tulisan merah paling kiri sekali adalah Restoran Muslim tempat makan malam kami di Niujie Street, Beijing, China

Deretan restoran Muslim di Niujie Street yang terletak di sisi kanan jalan dari arah Niujie Mosque


Niujie Street ini adalah pusat komunitas Muslim di Kota Beijing. Dari semua guide book dan hasil googling yang saya baca, semuanya merekomendasikan Niujie Street sebagai tempat makan dan tempat belanja dengan jaminan HALAL. Buat kami yang paling utama berkunjung ke Niujie Street adalah perasaan tenang, karena kami tidak perlu berpikir mau makan apa dan dimana, karena semua tempat makan di sini ditanggung HALAL. Di Niujie Street ini ada satu hal yang sama, yaitu restoran dan toko “semua pemiliknya adalah umat Islam”. Pengunjung bisa melihat akulturasi budaya antara China dan Arab melalui sosok penduduk lokal yang memiliki wajah yang sangat khas dan cara berpakaiannya. Seluruh penjual makanan di Niujie Street beragama Islam dengan wajah mereka yang sangat khas. Para pria mengenakan peci atau kopiah serba putih, tetapi para wanitanya tidak mengenakan jilbab. Tidak perduli tua ataupun muda, kunjungan ke Niujie Street sangat menjadi idaman, karena Niujie Street sangat terkenal dengan aneka kuliner HALAL nya. Memasuki area ini rasanya seperti menemukan surga makanan. Aroma harum merebak kemana-mana. Sesuai dengan namanya, semua kuliner yang tersedia di tempat ini dijamin HALAL. Hal ini ditandai dengan tulisan Arab “حلال“ (HALAL) yang tertera di plang nama tempat-tempat makan disana. Di China, tempat makan Muslim selalu ditandai dengan warna yang serba hijau. Nampak sangat banyak restoran HALAL di Niujie Street ini dengan gampang bisa kita temukan. 
Restoran Muslim tempat makan malam kami di Niujie Street, Beijing, China


Bagi setiap Muslim yang mampir ke Beijing, selain berkunjung ke Niujie Mosque ada satu tempat lain yang wajib hukumnya juga untuk dikunjungi yaitu Niujie Street untuk berwisata kuliner Muslim FoodNiujie Street (Ox Street) ini kalau diterjemahkan namanya menjadi "Jalan Sapi". Seperti yang telah saya jelaskan di bagian atas tulisan ini, lantaran di sepanjang jalan Niujie Street ini banyak sekali toko yang menjual daging sapi, sehingga jalan ini pun diberi nama Jalan Niujie (Niu = sapi dan Jie = jalan). Dinamakan demikian karena penduduk Muslim di kawasan ini sejak awal tinggal di Niujie Street maupun di Xuanwu District ini memang tidak makan babi, melainkan makan sapi. Sejak Dinasti Qing, pasar daging halal berkembang pesat di kawasan Niujie. Soalnya, populasi Muslim Beijing pun memang terpusat di Niujie. Sampai sekarang pasar daging halal masih bisa dijumpai di kawasan dekat Niujie, meskipun jumlahnya tidak sebanyak jaman dulu. 

Sekarang saatnya kami masuk ke Restoran Muslim yang telah menjadi pilihan kami. Tetapi sayang, kami sendiri tidak mengetahui nama restoran Muslim yang tepat berada di bawah bangunan elementary school yang terletak disudut simpang empat Niujie Street yang kami pilih ini. Karena semua tulisan, baik nama restoran, nama makanan di buku menu maupun perlengkapan makan yang di sajikan, semua hanya mencantumkan tulisan China. Cuma yang pasti di restoran tersebut mencantumkan lambang "حلال" yang berarti  HALAL. Jadi tidak ada sedikitpun keraguan untuk bersantap malam di restoran tersebut. 

Pada saat kami sampai di lantai 1 restoran tersebut, ternyata para pengunjung cukup ramai, sehingga kami di arahkan untuk naik ke lantai 2, dan saat sampai di lantai 2 pun kami harus tetap menunggu sebentar. Tidak berapa lama kami menunggu barulah kami dipersilahkan masuk ke ruang makan keluarga yang private. 

Kondisi lapar sangat sudah mendera kami semua, ini karena sudah banyak jalan satu harian. Segera kami membuka menu, dan taraaaaa, semuanya bertuliskan China. Meskipun lapar, tapi kami tidak kehilangan akal buat memesan makanan, cukup lihat gambar yang di tampilkan, lalu pesan segera tanpa banyak tanya lagi ke pelayan. 

Karena Niujie Street ini asal muasal namanya dari daging sapi, maka menu handalan yang kami pilih untuk makan malam kali ini adalah fillet daging sapi. Kami juga memesan 3 jenis bakso, yaitu bakso daging sapi, bakso daging ayam dan bakso ikan. Selain itu, kami juga memesan udang yang lengkap dengan sayur, tahu dan makanan pengganti nasinya adalah mie. 
Menu makan malam kami, "Muslim Food Culinary" at Niujie Street, Beijing, China 


Yang perlu di catatat adalah, semua makanan ini di sajikan dalam keadaan mentah dan kita hanya tinggal memasukan makanan mana yang kita suka ke dalam panci rebusan yang telah disediakan satu orang satu. Panci diisi air dan dimasukkan beberapa rempah kedalam air tersebut, kemudian panci langsung diletakkan diatas meja kita yang juga berfungsi sebagai meja kompor pemanas air rebusan hingga mendidih. 
Menu makan malam kami, "Muslim Food Culinary" at Niujie Street, Beijing, China 


Tanpa banyak cakap lagi, karena perut kami juga sudah menyanyi bak layaknya opera China, makanan yang telah di masak dihadapan kami langsung segera di santap. Buat makan malam kali ini, anak-anak selain menyukai menunya, anak juga sangat menyukai proses memasak sendirinya. Anak-anak sangat antusias untuk memasukan beberapa menu pilihan mereka ke dalam panci yang berisi air panas dan bumbu rempah tersebut.  
Sesi makan malam kami, "Muslim Food Culinary" at Niujie Street, Beijing, China 

Sesi makan malam kami, "Muslim Food Culinary" at Niujie Street, Beijing, China 


Pesanan menu makan malam kali ini bisa kami bilang sukses, meskipun hanya memesan bermodalkan lihat gambar doang di buku menu, namun semua menu habis di santap tanpa tersisa. *Apa karena efek lapeeeer berat sich ?*. Total biaya makan malam hari ini untuk kami semua adalah CNY 402.   
Struk makan malam kami, "Muslim Food Culinary" at Niujie Street, Beijing, China



Jadi saat ke Beijing pastikan Anda berkunjung ke area Niujie Street ini. Karena selain terdapat mesjid tertua dan terbesar di Beijing, juga area ini dipenuhi dengan makanan HALAL. Untuk menikmati sensasi makanan HALAL di Beijing kudu dan wajib berkunjung ke area Niujie Mosque dan Niujie Street ini ya. Kunjungan kedua tempat ini tidak boleh terlewatkan. 

Setelah selesai makan malam ini, sekarang saatnya kami akan melanjutkan perjalanan berikutnya. Dari restoran tempat kami tadi makan, maka kami berjalan kembali ke arah Niujie Mosque. Saat ini Niujie Mosque ada disisi kiri kita dan jalan besar Niujie Street ada disisi kanan kita. Kami kembali melalui Wood Archway dan Moon Observation Tower, Niujie Mosque. Alhamdulilah, kami berkesempatan menyaksikan indahnya Niujie Mosque ini disaat siang dan malam.  
Wood Archway dan Moon Observation Tower, Niujie Mosque, Beijing, China


Memang urusan pelestarian cagar budaya, pemerintah China sangat memperhatikan semua bangunan kuno yang ada. Untuk menambah menawan bangunan kuno tersebut, maka pemerintah China menambahkan pencahayaan dan penyinaran lampu yang cukup terang. Hampir semua bangunan bersejarah yang kami kunjungi di saat malam tampak begitu megah dengan sorotan lampu yang banyak. 
Wood Archway dan Moon Observation Tower, Niujie Mosque, Beijing, China


Setelah berjalan melewati Niujie Mosque, sampailah kami kembali ke halte bus Niu Jie Li Bai Si. Jalan masih tampak ramai dengan kendaraan dan juga orang yang berjalan kaki menuju ke tujuannya masing-masing. Meskipun kota Beijing di China ini adalah salah satu kota dan Negara terpadat di dunia, dengan jumlah kendaraan yang juga sangat padat, namun kita akan melihat semua kendaraan yang berlalu lalang di berbagai sudut kota, berjalan sangat tertib dan lancar tanpa ada terlihat sedikit pun kemacetan. Untuk menunggu bus no. 10 di halte bus Niu Jie Li Bai Si ini cukup banyak, bahkan setiap 5 menit bus no. 10 ini akan datang.  
Perjalanan menuju ke halte bus Niu Jie Li Bai Si, Niujie Street, Beijing, China


Dari halte bus Niu Jie Li Bai Si kami ambil bus no. 10 untuk 4 stop menuju ke halte bus Chang Chun Jie Lu Kou Bei. Setelah sampai di halte bus Chang Chun Jie Lu Kou Bei, begitu turun bus langkahkan kaki kearah kanan, lalu berjalan 50 meter untuk menuju kembali kearah datangnya bus no. 10 untuk masuk ke dalam Changchun Jie Station Line 2.  
Perjalanan menuju ke halte bus Niu Jie Li Bai Si, Niujie Street, Beijing, China



Dari Changchun Jie Station Line 2 kami akan melanjutkan perjalanan menuju ke Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube untuk menikmati sensasi malam di lapangan dan stadion utama yang pernah diadakannya Olimpiade Musim Panas di Beijing tahun 2008.



Beijing Olympic Park / Olympic Green
Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China


Berjalan menuju ke Beijing Olympic Park / Olympic Green, berarti kita juga bisa sekaligus mengunjungi  National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube, yang memang terletak dalam satu kompleks. 

Perjalanan kami untuk menuju ke tempat-tempat tersebut dari Changchun Jie Station Line 2 maka kami menuju ke Guloudajie Station Line 2, lalu berpindah ke Guloudajie Station Line 8 (Olympic Special Line) dan turun di Olympic Sports Center Station Line 8, lalu keluar dari station di Exit B1 (northwest exit) atau Exit B2 (northeast exit), kemudian berjalan ke utara  / Central Section / Olympic Axis dan kita siap untuk mengeksplore Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube. 

Beijing Olympic Park (Olympic Green) ini sendiri adalah tempat dimana Olimpiade Musim Panas Beijing tahun 2008 dan juga tempat Paralympic berlangsung. Beijing Olympic Park  (Olympic Green) ini menempati area seluas 11,59 kilometer persegi, yang 6,8 kilometer persegi di utara ditutupi oleh Forest Park, lalu 3,15 kilometer persegi membentuk central section, dan 1,64 kilometer persegi di selatan tersebar tempat untuk Asian Games 1990. Beijing Olympic Park (Olympic Green) dirancang untuk menampung sepuluh tempat fasilitas olah raga, Olympic Village, dan fasilitas pendukung lainnya. Setelah kegiatan Olimpiade, maka Beijing Olympic Park (Olympic Green) ini berubah menjadi pusat kegiatan multifungsi yang luas bagi masyarakat umum.
Jejeran toko di sepanjang Central Section / Olympic Axis, Beijing Olympic Park (Olympic Green), Beijing, China


Di Beijing Olympic Park (Olympic Green) ini kita bisa menemukan beberapa venue dan landmark penting. Selain Olympic Village, di sini kita juga bisa menemukan Olympic Forest Park, Convention Center, Indoor Stadium, China Science and Technology Museum dan China Ethnic Museum (China Ethnic Culture Park). Dan yang paling menjadi icon tempat ini adalah National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube. 

Untuk menuju ke National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini kita cukup berjalan lurus di Central Section / Olympic Axis. Dalam perjalanan di Central Section / Olympic Axis ini kita akan banyak menemukan toko-toko yang menjual berbagai barang, mulai dari toko yang menjual makanan dan minuman, toko souvenir bahkan pedagang kaki lima yang mendagangkan berbagai merchandise Olimpiade Musim Panas Beijing tahun 2008 juga banyak kita temukan di area ini. Lima Mascot Olympic Games dari tahun 2008 ternyata masih menjadi barang dagang handalan mereka untuk di jadikan kenang-kenangan. Berhubung kami sampai di area ini sudah jam 21.30, maka kami sama sekali tidak berminat membeli pada malam ini. Kami segera berjalan menuju National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube.



National Stadium / Bird's Nest 
National Stadium (Bird's Nest), Beijing, China



Dikenal sebagai Sarang Burung (Bird's Nest), National Stadium ini terletak di Beijing Olympic Park (Olympic Green), Chaoyang District, Beijing. National Stadium / Bird's Nest dirancang sebagai stadion utama tempat berlangsungnya upacara pembukaan dan penutupan dari Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 diadakan. Sejak Oktober 2008, setelah Olimpiade Musim Panas berakhir, National Stadium / Bird's Nest ini telah dibuka sebagai obyek wisata. 

Sebagai pusat dari taman ini, National Stadium / Bird's Nest meliputi area seluas 204.000 meter persegi dan dapat menampung 91.000 orang. Bangunan dengan bentuk menyerupai dudukan sarang burung (Bird's Nest)melambangkan simbol untuk kehidupan dan harapan umat manusia untuk masa depan. Struktur unik sarang burung (Bird's Nest) ini adalah nilai terbesar baik dari segi seni dan arsitektur China.

Desain stadion besar ini dirancang bersama-sama oleh arsitek Swiss Jacques Herzog dan Pierre de Meuron serta arsitek China Li Xinggang. Pembangunan National Stadium / Bird's Nest dimulai pada tanggal 24 Desember 2003 dan selesai pada Maret 2008 dengan biaya seluruh proyek 2.267 juta China yuan (sekitar 33 juta dolar).

Pada 2022 nanti, upacara pembukaan dan penutupan acara olahraga lain yang penting, yaitu Olimpiade Musim Dingin akan diadakan di sini. Ini adalah pertama kalinya untuk sebuah kota mendapat hak untuk menjadi tuan rumah Olimpiade, baik Olimpiade Musim Panas dan Olimpiade Musim Dingin.
National Stadium / Bird's Nest, How to get there ? 



Tidak jauh dari National Stadium / Bird's Nest  kita dapat menemukan Beijing National Aquatics Center, yang juga dikenal sebagai Water Cube. Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini terletak tepat di sisi barat dari Landscape Avenue di Beijing Olympic Park (Olympic Green) dan tepat berada disebelah barat dari National Stadium / Bird's Nest. Beijing National Aquatics Center / Water Cube ini berisi fasilitas renang Olimpiade Musim Panas 2008.


Beijing National Aquatics Center / Water Cube
National Stadium (Bird's Nest) dan Beijing National Aquatics Center (Water Cube), Beijing, China



Konstruksi pembangunan Beijing National Aquatics Center (Water Cube) ini dimulai pada tanggal 24 Desember 2003 dan selesai pada tanggal 01 Januari 2008. Memiliki ukuran panjang 177 meter, lebar 177 meter, dan tinggi 30 meter yang meliputi area seluas 62.950 meter persegi. Beijing National Aquatics Center (Water Cube) ini memiliki empat lantai. 

Dirancang oleh arsitektur China dan Australia, Beijing National Aquatics Center (Water Cube) adalah bangunan pertama di dunia yang dibangun dengan "The Soap Bubble" teori, dengan struktur baja berbingkai polyhedral. Konsep desain kreatifnya berasal dari pola susunan sel-sel dan struktur alami dari gelembung sabun. Bangunan kotak persegi besar Water Cube ini bersama-sama dengan Bird's Nest, telah mewujudkan dan menginterpretasikan ide yang sangat baik antara teknologi modern dengan nilai-nilai budaya tradisional China.
Beijing National Aquatics Center / Water Cube, How to get there ? 


Menurut saya Traveling di Beijing Olympic Park / Olympic Green, National Stadium / Bird's Nest dan Beijing National Aquatics Center / Water Cube, kita masih bisa merasakan semangat kompetisi dan keramahan tempat ini untuk menyambut ratusan orang yang berkunjung setiap harinya. 

Tidak terlalu lama kami berada di area ini, karena tepat jam 22.00 semua pengunjung di haruskan meninggalkan area wisata bekas diadakannya Olimpiade ini. Pagar besi di seputaran area ini pun segera di tutup dan di kunci. 

Segera kami berjalan kembali menuju stasiun subway Olympic Sports Center Station. Dari Olympic Sports Center Station Line 8 kami menuju ke Nanluoguxiang Station Line 8, lalu berpindah ke Nanluoguxiang Station Line 6 untuk menuju ke Dongsi Station Line 6 dan keluar di Exit G dimana Spring Time Hostel tempat kami menginap berada. Cukup panjang perjalanan hari ini, sampai di kamar segera kami berberes dan istirahat untuk mempersiapkan fisik buat perjalanan lebih panjang lagi besok untuk menuju kota Xian. Tunggu kelanjutan cerita kami di tulisan berikutnya ya...

1 komentar: